ASN Sumenep Patungan Bantu Warga Terdampak PPKM Darurat

  • Bagikan
Wabup Sumenep, Dewi Khalifah, saat serahkan bantuan beras kepada anak yatim piatu. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Demi menekan dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Covid-19, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, urunan salurkan bantuan beras kepada masyarakat.

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Sumenep ini rela patungan sembako berupa beras untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Untuk ASN yang berada di Kecamatan, kita kumpulkan dan bantuannya di distribusikan di wilayah masing-masing pada masyarakat yang terdampak Covid-19,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riyadi, dalam sambutannya, Jumat (30/7).

Bantuan beras ASN tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Dewi Khalifah, bersama segenap jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

BACA JUGA :  Isi Seminar Kebangsaan, Aliyadi Mustofa Bicara soal Kebhinekaan

Rahman mengatakan, bantuan itu merupakan bentuk dan wujud rasa empati dan kepedulian ASN Sumenep masyarakat terdampak Covid-19. Kemudian, demi meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat PPKM darurat.

“Beras yang dikumpulkan oleh ASN Sumenep, harus dibeli dari dari masyarakat petani, toko kelontong, toko paracangan. Maka diharapkan dapat menambah pendapatan atau omset penjualan beras yang ada di masyarakat,” jelas dia.

Rahman pun membacakan Intruksi Kementerian dalam Negeri (Imendagri) nomor 24 tahun 2021, tentang PPKM level 4 dan level 3 darurat Covid-19 untuk wilayah Jawa dan Bali.

Kemudian Surat Keputusan (SK) Bupati Sumenep nomor 188/338/435.013/2021, tentang PPKM level 3 Covid-19 di Kabupaten Sumenep, dan Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep nomor 500/921/435.113/2021, tentang dukungan belanja sembako untuk penanganan Covid-19 yang berasal dari seluruh ASN Kabupaten Sumenep.

BACA JUGA :  5 Hari Hilang Kontak, Perahu Rombongan Pengantin Masih Terus Dilakukan Pencarian

Terinci, jumlah beras yang terkumpul dari seluruh OPD Sumenep yakni 18.242 kilogram (Kg) yang berasal dari 41 OPD. Diantaranya, pejabat eselon II sebanyak 1.300 Kg beras, pejabat eselon III sebanyak 3.300 Kg beras, pejabat eselon IV sebanyak 3.755 Kg beras, staf ASN sebanyak 7.878 Kg beras, non ASN atau Petugas Harian Lepas (PHL) sebanyak 499 Kg beras, dan partisipasi pihak ketiga sebanyak 1.510 kg beras.

Dari jumlah sembako tersebut, kata Rahman, hasil patungan diluar ASN yang berada di wilayah Kecamatan juga ada. Sementara sasaran bantuan beras sendiri khusus diberikan kepada masyarakat yang tidak masuk pada sasaran bantuan Dinas Sosial (Dinsos), TNI dan Polri.

BACA JUGA :  Ada Layanan Gratis Untuk Warga, PAC ISNU Saronggi Peduli Hadir Untuk Kesahatan

“Mereka ada pedangan kaki lima (PKL), yang memiliki KTP di luar Sumenep, karena untuk KTP yang di Sumenep akan dicover oleh Dinsos,” tuturnya.

Tak hanya PKL, bantuan tersebut juga akan diberikan pada pelaku Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) anak yatim, penyandang disabilitas, supir angkutan pedesaan, dan Pondok Pesantren (Ponpes).

“Apabila ada saran dan masukan terhadap penerima bantuan dan dianggap layak, tetap akan kami tampung,” ucapnya.

Terpisah, Wabup Sumenep, Dewi Khalifah menyampaikan ucapan terimakasih pada seluruh ASN Sumenep karena sudah membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu pada masyarakat yang terdampak Covid-19 meskipun sedikit,” tandasnya.

  • Bagikan