Scroll untuk baca artikel
Headline

Aliansi BEM Sumenep Tabur Lilin Atas Matinya Wakil Rakyat

Avatar
21
×

Aliansi BEM Sumenep Tabur Lilin Atas Matinya Wakil Rakyat

Sebarkan artikel ini
AKSI DEMONSTRASI. Sejumlah mahasiswa saat menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumenep. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Kamis (7/4/2022) malam, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar aksi bakar lilin di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Jumat, 8 April 2022.

Aksi bakar lilin tersebut merupakan simbol kematian DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, atas tidak berpihaknya kepada rakyat kecil.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mahasiswa menilai, naiknya harga BBM dan kebutuhan bahan pokok lainnya akhir-akhir ini telah memberatkan serta memperburuk nasib rakyat.

Baca Juga :  Menuju 14 Februari, Kades Diperiksa KPK Hingga Ketua AKD Sumenep Beri Bocoran Ini!

“DPRD justru diam, berpihak kepada kebijakan pemerintah, dan berpaling dari keluh kesah rakyat kecil,” kata Ketua Koordinator Aliansi BEM Sumenep, Nur Hayat, Jumat (8/4).

Dia menegaskan, kematian DPRD Sumenep ditunjukkan oleh sikapnya yang tidak menemui peserta aksi. Padahal, kata Hayat, mahasiswa hanya ingin menyampaikan jeritan rakyat kecil sebab BBM naik dan kebutuhan bahan pokok yang merangkak naik.

Baca Juga :  Satpolairud Polres Bangkalan Gelar Vaksin Terapung di Kapal Ferry KMP TONGKOL

“Beberapa tuntutan yang kita bawa ke sini tidak digubris, bahkan tidak ditemui. Harusnya DPRD peka, dengan cara menyurati DPR RI sebagaimana tuntutan yang kita sampaikan kepada mereka,” tegasnya.

Selama tidak ada tindakan dari DPRD Sumenep, BEM Sumenep mengaku tetap konsisten dan berkomitmen untuk menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM dan bahan pokok.

Baca Juga :  Pamekasan Kota Mati, Masyarakat Desa Rekkerrek Minta Pemkab Perbaiki Jalan Kabupaten

“Ketika timbul keresahan masyarakat, Mahasiswa tidak perlu turun jalan. Justru DPRD yang lantang menyuarakan dalam forum narasi-narasi kerakyatan. Bukan malah bungkam,” pungkasnya.