SUMENEP, MaduraPost – Kamis (7/4/2022) malam, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar aksi bakar lilin di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Jumat, 8 April 2022.
Aksi bakar lilin tersebut merupakan simbol kematian DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, atas tidak berpihaknya kepada rakyat kecil.
Mahasiswa menilai, naiknya harga BBM dan kebutuhan bahan pokok lainnya akhir-akhir ini telah memberatkan serta memperburuk nasib rakyat.
“DPRD justru diam, berpihak kepada kebijakan pemerintah, dan berpaling dari keluh kesah rakyat kecil,” kata Ketua Koordinator Aliansi BEM Sumenep, Nur Hayat, Jumat (8/4).
Dia menegaskan, kematian DPRD Sumenep ditunjukkan oleh sikapnya yang tidak menemui peserta aksi. Padahal, kata Hayat, mahasiswa hanya ingin menyampaikan jeritan rakyat kecil sebab BBM naik dan kebutuhan bahan pokok yang merangkak naik.
“Beberapa tuntutan yang kita bawa ke sini tidak digubris, bahkan tidak ditemui. Harusnya DPRD peka, dengan cara menyurati DPR RI sebagaimana tuntutan yang kita sampaikan kepada mereka,” tegasnya.
Selama tidak ada tindakan dari DPRD Sumenep, BEM Sumenep mengaku tetap konsisten dan berkomitmen untuk menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM dan bahan pokok.
“Ketika timbul keresahan masyarakat, Mahasiswa tidak perlu turun jalan. Justru DPRD yang lantang menyuarakan dalam forum narasi-narasi kerakyatan. Bukan malah bungkam,” pungkasnya.






