Akibat Konsleting Listrik, Puskesmas di Sumenep Alami Kerugian Hingga Puluhan Juta

  • Bagikan
TERBAKAR : Nampak terlihat kobaran api di sisi atas atap Puskesmas Dungkek. (Kasubbag Humas Polres Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Senin (9/8/2021) kemarin Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terbakar. Kobaran api dikabarkan melalap habis bagian atap bangunan.

Insiden kebakaran itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB alias dini hari. Kantor induk Puskesmas Gapura yang terletak di Jalan Raya Gapura, Dusun Talesek, Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura ini hampir memakan satu korban. Dia adalah dokter As’ad Zainuddin (42), warga asli Kota Sidoarjo.

BACA JUGA :  Sempat Zona Hijau, 17 Warga Sumenep Kembali Terpapar Covid-19

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang beralamat di perumahan Dinas Kantor Puskesmas Gapura, Dusun Talesek, desa setempat itu untung tidak mengalami luka.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan adanya konsleting listrik kabel di atas atap Puskesmas. Polisi menjelaskan, sekitar pukul 02.30 WIB, seorang saksi bernama Basri, yang tak lain adalah pegawai honorer Puskesmas Gapura adalah orang pertama yang melihat percikan api di atas atap bangunan Puskesmas.

“Kebetulan, rumah Basri ini berada persis di depan Kantor Induk Puskesmas. Basri diberitahu oleh Siddik, bahwa di atas Kantor Puskesmas ada percikan api dari sambungan kabel yang semakin membesar,” ungkap Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP. Widiarti, dalam rilisnya, Selasa (10/8).

BACA JUGA :  Kabid Pembinaan SD Disdik Sumenep Harapkan Workshop Kurikulum Darurat Bisa Diterapkan dengan Baik

Saat melihat kobaran api tambah membesar, Basir berteriak dan meminta tolong kepada tetangga sekitar untuk membantu memadamkan api.

“Kemudian juga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar),” terangnya.

Sekitar 20 menit berselang, kemudian petugas pemadam kebakaran bersama dengan Polsek Gapura dan Forpimka langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Sesampainya di lokasi, petugas Damkar berusaha memadamkan kobaran api hingga pukul 03.30 WIB,” jelasnya.

BACA JUGA :  Selama Masa Pandemi, Perpustakaan Keliling di Sumenep Tak Lagi Beroperasi

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp. 75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah). Adapun berkas yang ikut terbakar yakni arsip atau data pasien, rekam medis di ruang DDTK, kursi, rak, dan lemari arsip.

  • Bagikan