Scroll untuk baca artikel
Nasional

Laba Bank Jatim Melonjak 90 Persen di Kuartal I 2026, Tembus Rp661 Miliar

×

Laba Bank Jatim Melonjak 90 Persen di Kuartal I 2026, Tembus Rp661 Miliar

Sebarkan artikel ini
SEREMONI. Jajaran direksi dan pemegang saham Bank Jatim berfoto bersama usai RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 di Surabaya. (Istimewa for MaduraPost)
SEREMONI. Jajaran direksi dan pemegang saham Bank Jatim berfoto bersama usai RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 di Surabaya. (Istimewa for MaduraPost)

SURABAYA, MaduraPost – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim mencatat lonjakan laba bersih konsolidasi pada kuartal pertama 2026.

Perseroan membukukan keuntungan sebesar Rp661 miliar atau naik 90,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka Rp347 miliar.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo mengatakan, capaian tersebut diraih di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.

“Di tengah tantangan kondisi ekonomi global Bank Jatim mampu menunjukkan performa yang solid,” kata Winardi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 di Surabaya, Rabu, (6/5).

Pertumbuhan laba itu ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih yang tercatat mencapai Rp2,35 triliun secara konsolidasi atau tumbuh 39,61 persen secara tahunan.

Di sektor penyaluran kredit, hingga Maret 2026 Bank Jatim telah menggelontorkan pembiayaan senilai Rp109,22 triliun. Angka tersebut meningkat 40,85 persen dibanding tahun lalu. Sementara total aset perseroan ikut terkerek menjadi Rp164,07 triliun atau naik 38,85 persen secara tahunan.

Tak hanya itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga memperlihatkan tren positif. Pada kuartal I-2026, DPK Bank Jatim mencapai Rp122,80 triliun, naik 37,59 persen dari posisi Rp89,25 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara khusus, sepanjang Januari hingga Maret 2026, Bank Jatim mencatat penyaluran kredit sebesar Rp65,97 miliar dengan total aset Rp101,06 triliun. Adapun laba bersih perusahaan pada periode tersebut tercatat Rp377 miliar.

“Capaian ini merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan,” katanya.

Winardi menambahkan, pertumbuhan kinerja perseroan turut didorong berbagai langkah strategis, termasuk penguatan sinergi bersama pelaku UMKM dan percepatan digitalisasi layanan perbankan.

“Kami optimis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” ujarnya.***