Scroll untuk baca artikel
Daerah

Rekonstruksi Kantor Makan Korban, Pekerja Tewas di Proyek Bank Jatim Sumenep

×

Rekonstruksi Kantor Makan Korban, Pekerja Tewas di Proyek Bank Jatim Sumenep

Sebarkan artikel ini
DILAYANI. Petugas medis memberikan penanganan intensif kepada pekerja proyek rekonstruksi Bank Jatim Cabang Sumenep yang diduga tersengat listrik di ruang ICU RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Sabtu (18/4). (Istimewa for MaduraPost)
DILAYANI. Petugas medis memberikan penanganan intensif kepada pekerja proyek rekonstruksi Bank Jatim Cabang Sumenep yang diduga tersengat listrik di ruang ICU RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Sabtu (18/4). (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Proyek rekonstruksi Kantor Bank Jatim Cabang Sumenep, Madura, memakan korban jiwa.

Seorang pekerja bangunan yang terlibat dalam pengerjaan renovasi kantor bank milik BUMD Jawa Timur itu meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Sabtu (18/4) pagi.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Berdasarkan pantauan di lokasi, korban dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 09.10 WIB. Sejumlah petugas medis tampak sigap memberikan penanganan setibanya korban di instalasi gawat darurat.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, juga terlihat berada di ruang ICU saat proses penanganan berlangsung.

Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.

Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan, korban diduga tersengat aliran listrik saat bekerja di area proyek perbaikan interior kantor tersebut.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap peristiwa nahas itu.

Pihak manajemen Bank Jatim Sumenep mengaku masih melakukan penelusuran atas insiden tersebut.

Bagian Umum Bank Jatim Sumenep, Melli, menyampaikan bahwa proyek perbaikan interior ditangani oleh vendor dari Surabaya.

“Itu yang tahu vendornya dari Surabaya, karena saat ini kantor sedang perbaikan interior. Nanti kami tanyakan dulu,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (18/4).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak vendor maupun kepolisian terkait penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.***