Scroll untuk baca artikel
Daerah

DPRD Sumenep Dorong Desa Mandiri Usai Pemotongan Dana hingga 70 Persen

×

DPRD Sumenep Dorong Desa Mandiri Usai Pemotongan Dana hingga 70 Persen

Sebarkan artikel ini
PROFIL. Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Khairul Anwar, saat mengikuti rapat beberapa waktu lalu. (Istimewa for MaduraPost)
PROFIL. Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Khairul Anwar, saat mengikuti rapat beberapa waktu lalu. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Khairul Anwar, mengungkapkan soal urgensi kemandirian desa dalam mengelola keuangan sekaligus mendorong pembangunan daerah, menyusul kebijakan pemangkasan anggaran yang mencapai 70 persen.

Ia menilai kebijakan tersebut seharusnya tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan momentum untuk mengubah pola pikir desa agar lebih visioner dan berorientasi jangka panjang.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Menurut pria yang akrab disapa Irul ini, desa bersama pemerintah kabupaten pada dasarnya diharapkan mampu berdiri secara finansial tanpa ketergantungan berlebih pada pemerintah pusat.

Baca Juga :  Pelanggan PDAM di Bangkalan Mengeluh, Air Keruh dan Bau Obat

Kemandirian fiskal itu dianggap penting agar pembangunan desa dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

“Jika desa sudah mandiri secara finansial, maka pembangunan desa bisa berjalan lebih berkelanjutan karena tidak sepenuhnya bergantung pada transfer dari pusat,” ujar Irul, Senin (9/2).

Ia memaparkan, ketergantungan desa terhadap dana dari pusat selama ini masih sangat tinggi. Bahkan, sekitar 95 persen anggaran desa di Kabupaten Sumenep masih berasal dari transfer pemerintah pusat, baik melalui Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD).

Baca Juga :  Miris ! Pelajar SMA di Sumenep Banyak Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Karena itu, ia menilai desa perlu segera diarahkan untuk menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki. Menurutnya, kreativitas serta inovasi menjadi kunci menghadapi tantangan ke depan, baik dalam persaingan antar desa maupun perubahan dinamika ekonomi global.

Politisi PAN tersebut menambahkan, peran masyarakat desa sangat penting dalam meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam yang tersedia.

Hal tersebut relevan dengan kondisi masyarakat Sumenep yang sebagian besar bekerja sebagai petani, pekebun, dan nelayan.

Baca Juga :  Semarak HKN 2023, Begini Pesan Bupati Saat Dinkes P2KB Sumenep Gelar Sejumlah Acara

“Potensi alam yang kita miliki harus diolah dengan kreativitas agar menghasilkan nilai tambah. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada subsidi atau bantuan dana dari pemerintah pusat,” katanya.

Ia berharap pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal mampu menjadikan desa-desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, lebih kompetitif sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.***