SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadlineKesehatan

Pelanggan PDAM di Bangkalan Mengeluh, Air Keruh dan Bau Obat

Avatar
×

Pelanggan PDAM di Bangkalan Mengeluh, Air Keruh dan Bau Obat

Sebarkan artikel ini

BANGKALAN, MaduraPost – Sudah hampir tiga bulan, air PDAM di Perumahan Griya Utama keruh dan bau kaporit. Hal ini dikeluhkan oleh warga di perumahan yang terletak di jalan Halim Perdanakusuma Bangkalan.

Salah satu warga, Buyung Pambudi mengatakan bahwa air PDAM harus dibiarkan mengendap dahulu sebelum digunakan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Air berwarna kuning kecoklatan, apalagi saat hujan. Supaya bisa digunakan untuk mandi, air harus dibiarkan dahulu. Sehingga lumpurnya mengendap,” keluhnya, Kamis (27/02/2020).

Baca Juga :  Bupati Sampang Gelar Gathering Ajak Insan Pers dan LSM Bersatu Lawan Covid-19

Tidak hanya itu, Buyung menambahkan bahwa air PDAM berbau kaporit yang cukup menyengat. Dia berharap agar kualitas pelayanan air PDAM diperbaiki. Hal itu dia sampaikan saat ditemui pada Rabu (26/2/2020).

Di tempat lain, air PDAM baru bisa mengalir ke bak mandi dengan bantuan pompa air. Di perumahan Wisma Pangeranan Asri misalnya, air PDAM harus dipompa dengan mesin pompa air agar bisa naik ke bak mandi.

Baca Juga :  Bupati Bangkalan Siaga Klaster Baru Covid-19 Menyebar di Perkantoran

“Air PDAM di sini harus di pompa dengan sanyo mas. Terutama kalau pagi hingga sore hari. Air bisa mengalir pada dini hari, itupun volumenya kecil,” terang Indri, salah seorang warga Wisma Pangeranan Asri.

Sehingga, warga harus mengeluarkan biaya tambahan selain biaya air PDAM tiap bulan. Yakni biaya membeli token listrik untuk menghidupkan pompa air.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Gelandang 42 Pemuda yang Bandel Cangkruan

Sementara itu, Abd. Rasyid selaku Plt Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Bangkalan menanggapi terkait air yang keruh dan berwarna kuning kecoklatan, dirinya menyarankan warga yang terdampak mengirimkan surat terhadap pihak PDAM.

“Biar kita langsung cek untuk survey one day service, kalau kaporit itu penetral dan biasa juga tidak berbahaya,” terangnya saat menghubungi tim MaduraPost Bangkalan. (mp/sur/rul)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.