Scroll untuk baca artikel
Daerah

RSUDMA Sumenep Naik Kelas, Akreditasi Bintang Lima dan Resmi Jadi RS Tipe B

×

RSUDMA Sumenep Naik Kelas, Akreditasi Bintang Lima dan Resmi Jadi RS Tipe B

Sebarkan artikel ini
KOLASE. Direktur RSUDMA, dr. Erliyati (kanan), dan tampak depan gedung rumah sakit milik Pemkab Sumenep (kiri). (Istimewa for MaduraPost)
KOLASE. Direktur RSUDMA, dr. Erliyati (kanan), dan tampak depan gedung rumah sakit milik Pemkab Sumenep (kiri). (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalami perubahan besar dibanding beberapa tahun lalu.

Jika sebelumnya pasien harus datang sejak pagi untuk mengamankan nomor antrean, kini sebagian proses pelayanan sudah dapat dilakukan secara daring melalui ponsel.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Perubahan tersebut bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan bagian dari transformasi menyeluruh yang membawa rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep ini meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima level tertinggi dalam sistem akreditasi rumah sakit nasional.

Bersamaan dengan itu, status RSUDMA Sumenep juga meningkat menjadi rumah sakit tipe B. Kenaikan kelas ini membuat peran RSUDMA Sumenep tidak lagi terbatas pada pelayanan masyarakat Sumenep saja.

Rumah sakit ini kini semakin siap menerima pasien rujukan dari luar daerah, khususnya kawasan Madura. Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen rumah sakit yang terus melakukan pembenahan, mulai dari tata kelola hingga pelayanan langsung kepada pasien.

Baca Juga :  LSM JCW Geram, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep Meninggalkan Audiensi

“Akreditasi Paripurna ini adalah buah dari kerja keras bersama. Ini bukan tujuan akhir, tetapi pijakan untuk terus meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata dr. Erliyati, Jumat (6/2).

Perubahan paling nyata terlihat pada penerapan layanan berbasis digital. Pasien kini bisa melakukan pendaftaran secara online tanpa harus mengantre lama di loket.

Nomor antrean menjadi lebih tertib dan waktu tunggu pelayanan dapat ditekan. Seluruh sistem ini terintegrasi melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang telah diterapkan hampir di semua unit layanan.

Baca Juga :  Kecelakaan Truk vs Motor di Bangkalan, Tiga Orang Meregang Nyawa

Mulai dari proses pendaftaran, layanan poliklinik, laboratorium, hingga instalasi farmasi kini berada dalam satu alur sistem terpadu. Bagi tenaga kesehatan, integrasi ini mempermudah koordinasi sekaligus mempercepat pengambilan keputusan medis.

Rekam Medis Elektronik (RME) memungkinkan data pasien diakses lebih cepat, sehingga riwayat pemeriksaan, diagnosis, dan tindakan medis terdokumentasi rapi serta aman.

“Digitalisasi membawa perubahan signifikan. Proses layanan menjadi lebih cepat, koordinasi antarunit lebih efektif, dan data medis pasien tersimpan dengan baik,” jelasnya.

Dengan sistem yang semakin tertata dan layanan yang terus dilengkapi, RSUDMA Sumenep kini lebih siap menangani kasus kesehatan yang lebih kompleks.

Dampaknya, kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah dapat ditekan. Status sebagai rumah sakit tipe B memperkuat posisi RSUDMA Sumenep sebagai salah satu pusat rujukan regional, sehingga akses layanan spesialistik menjadi lebih dekat dan cepat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Orkes Dangdut New Mahesa Menghibur Masyarakat Talangoh

“Dengan status rumah sakit tipe B dan sistem layanan yang terintegrasi, kami semakin siap menangani pasien rujukan dan memberikan layanan kesehatan yang optimal,” paparnya.

Transformasi di rumah sakit ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik atau peralatan medis, tetapi juga pada sistem, manajemen, serta komitmen sumber daya manusia.

Di tengah tuntutan layanan kesehatan yang semakin cepat dan presisi, RSUDMA Sumenep menegaskan diri sebagai rumah sakit daerah yang terus berbenah mengikuti perkembangan teknologi, sekaligus menjaga standar mutu dan keselamatan pelayanan bagi masyarakat.***