Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Wabup Pamekasan Diduga Kirim Virtual Gift DA7 Pakai APBD, Masyarakat Marah Tak Merelakan

Avatar
×

Wabup Pamekasan Diduga Kirim Virtual Gift DA7 Pakai APBD, Masyarakat Marah Tak Merelakan

Sebarkan artikel ini
Dari kiri ke kanan: pejabat Sapto Wahyono, Wabup Pamekasan H. Sukriyanto, dan Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail. (FB:MP)

PAMEKASAN, MaduraPost – Kehadiran Wakil Bupati Pamekasan, Jawa Timur, H. Sukriyanto, di studio Indosiar Jakarta untuk memberikan dukungan kepada peserta Dangdut Akademi 7 (DA7) menuai sorotan publik.

Pasalnya, dukungan tersebut dilakukan dengan mengirim enam digit virtual gift jenis DBoss, yang nilai satuannya disebut mencapai Rp11 juta.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Isu ini mencuat setelah beredar luas percakapan dan dokumentasi yang mengindikasikan bahwa kehadiran Wakil Bupati ke Jakarta dilakukan atas arahan langsung Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman.

Lebih jauh, penggunaan anggaran dalam kegiatan tersebut dipersoalkan karena diduga bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga :  Potret Buruk Manajemen SPBU Pamekasan, Pinjam Uang Warga hingga Ratusan Juta Tanpa Kejelasan 

Persoalan itu disorot keras oleh massa aksi yang menggelar unjuk rasa, menuntut keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan infrastruktur, khususnya kondisi jalan rusak yang hingga kini masih banyak dikeluhkan masyarakat.

“Yang lebih menyakitkan, masyarakat Pamekasan harus patungan dan mengemis di pinggir jalan untuk memperbaiki jalan secara swadaya. Sementara ada uang pemerintah yang justru dipakai untuk mengirim dukungan ke acara dangdut,” kata Ahmadi Gafur, salah satu orator aksi, dalam orasinya, Senin (29/12).

Baca Juga :  Warga Tambelangan Sampang Keluhkan PT PLN Persero ULP yang Lamban Tangani Mati Listrik

Menurut Ahmadi, meski nilai dukungan tersebut mungkin dianggap kecil oleh pejabat, namun bagi masyarakat, anggaran tersebut sangat berarti jika dialokasikan untuk kepentingan publik, seperti perbaikan jalan rusak.

“Kalau uang itu dipakai beli semen saja, sudah sangat membantu warga yang selama ini memperbaiki jalan dengan uang sendiri,” ujarnya.

Di tengah polemik tersebut, publik juga menyoroti beredarnya sejumlah foto dan rekaman video yang memperlihatkan tiga pejabat Pemerintah Kabupaten Pamekasan berada di studio Indosiar saat berlangsungnya DA7.

Baca Juga :  Begini Cara Pemkab Pamekasan Stop Rokok Ilegal

Mereka yakni Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, pejabat hukum sekkab Sapto Wahyono, serta Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail.

Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto menyampaikan seputar gift yang diberikan kepada peserta ajang Grand Final Dangdut Academy 7 diklaim merupakan partisipasi dari salah satu pengusaha rokok.

“Perlu kami luruskan sekaligus klarifikasi, bahwa gift seperti yang disinggung barusan itu berasal dari salah satu pengusaha rokok,” singkatnya.***