Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Kasus Pemotongan Bantuan Beras Bulog di Sokobanah Daya, Pendamping PKH dan Pemdes Diduga Kongkalikong

Avatar
93
×

Kasus Pemotongan Bantuan Beras Bulog di Sokobanah Daya, Pendamping PKH dan Pemdes Diduga Kongkalikong

Sebarkan artikel ini
Keluarga penerima manfaat mengambil bantuan beras bulog yang didistribusikan oleh pemerintah desa sokobanah daya didampingi keluarga penerima manfaat (istimewa madurapost).

SAMPANG, MaduraPost Penyaluran bantuan pangan berupa beras Bulog di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bantuan yang seharusnya diterima utuh oleh keluarga penerima manfaat (KPM), justru dipotong sepihak oleh pihak desa, memicu dugaan kongkalikong antara pemerintah desa dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Berdasarkan informasi yang dihimpun MaduraPost, bantuan beras tersebut disalurkan pada Rabu (29/07/2025). Setiap KPM seharusnya menerima dua karung beras, masing-masing seberat 10 kilogram. Namun, warga mengaku hanya menerima satu karung.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Kepala SMPN 1 Karang Penang Mengucapkan “Selamat Hari Jadi Kabupaten Sampang Ke-397”

“Waktu di foto saya memegang dua karung atau 20 kilo. Tapi ketika pulang saya cuma dikasih satu karung berisi 10 kilo,” ujar seorang warga penerima bantuan yang enggan disebut namanya, Jumat (01/08/2025).

Kejanggalan ini semakin diperparah dengan sikap para pihak terkait yang dinilai tidak bertanggung jawab. Slamet, selaku pendamping PKH yang turut hadir dalam kegiatan pendistribusian, terkesan cuci tangan ketika dikonfirmasi.

“Pendamping hanya monitor, Mas. Kalau masalah kebijakan itu dari desa,” ujarnya singkat melalui pesan singkat, sembari mengarahkan wartawan untuk menghubungi Penjabat (Pj) Kepala Desa Sokobanah Daya.

Baca Juga :  Dianggap Bodohi Publik, Masyarakat Desa Bira Barat Datangi Kejari Sampang

Namun, ketika ditanya lebih lanjut apakah dirinya mengetahui adanya pemotongan tersebut, Slamet memilih bungkam.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Munasib, Pj Kepala Desa Sokobanah Daya. Saat dikonfirmasi, ia malah melempar tanggung jawab ke pihak lain.

“Coba koordinasi ke Mentor Boss,” kata Munasib singkat.

Munasib juga mengaku hadir saat kegiatan pembagian beras berlangsung, namun datang agak siang. “Ada, tapi saya sudah siang, karena masih ngajar,” tambahnya.

Baca Juga :  Pusamin Membunuh Muhabiyeh Diduga Karena Punya Ilmu Santet

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan sosial di tingkat desa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pemerintah desa maupun dinas terkait di Kabupaten Sampang.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang, terutama Dinas Sosial dan Inspektorat Kabupaten Sampang, segera turun tangan mengusut dugaan pemotongan bantuan tersebut dan menindak tegas jika terbukti terjadi pelanggaran.