SUMENEP, MaduraPost – Keberadaan pengusaha rokok lokal di Madura, Jawa Timur, semakin dirasakan manfaatnya oleh berbagai kelompok masyarakat, terutama petani tembakau, buruh tani, serta buruh pabrik.
Dengan meningkatnya permintaan bahan baku dan tenaga kerja, sektor ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga setempat.
Andi Suswanto, salah satu tokoh masyarakat Desa Giring, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, menyatakan bahwa industri rokok lokal telah membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desanya.
“Dulu banyak petani tembakau yang kesulitan menjual hasil panennya dengan harga layak. Namun, sejak banyak pengusaha rokok lokal yang membeli langsung dari petani, harga lebih stabil dan menguntungkan,” ujar Andi, pada MaduraPost, Sabtu (15/2).
Selain petani, buruh tani yang bekerja di ladang tembakau juga merasakan dampak positif. Salah satu buruh tani, Siti Rohmah, mengatakan bahwa lapangan kerja semakin terbuka karena banyaknya permintaan tenaga kerja saat musim panen.
“Alhamdulillah, sekarang tidak sulit cari pekerjaan. Jika dulu hanya bekerja di sawah musiman, sekarang ada tambahan dari panen tembakau hingga proses pengeringannya,” ungkapnya.
Tidak hanya di sektor pertanian, industri rokok lokal juga menyerap banyak tenaga kerja di pabrik-pabrik pengolahan tembakau.
Salah satu buruh pabrik, Joko Santoso, menyebut bahwa bekerja di pabrik rokok memberikan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Gaji lumayan, pekerjaannya juga jelas. Banyak ibu rumah tangga yang juga bisa bekerja sebagai pelinting rokok sehingga bisa membantu ekonomi keluarga,” katanya.
Keberadaan industri rokok lokal tidak hanya berkontribusi pada perekonomian warga, tetapi juga membantu menekan angka pengangguran di daerah.
Andi Suswanto, berharap pemerintah dan pihak terkait dapat terus mendukung pengusaha rokok lokal agar industri ini tetap berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.***






