Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Pendaftar Polri Meningkat, Polres Pamekasan Tegaskan Pemilihan yang Berkualitas

Avatar
×

Pendaftar Polri Meningkat, Polres Pamekasan Tegaskan Pemilihan yang Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Kabag SDM Polres Pamekasan, Kompol Hj. Sitti Maryatun, menyoroti peningkatan jumlah pendaftar selama proses seleksi T.A 2024. (MaduraPost/ist)

PAMEKASAN, MaduraPost – Animo masyarakat untuk bergabung dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) semakin menggelora di Kabupaten Pamekasan.

Kabag SDM Polres Pamekasan, Kompol Hj. Sitti Maryatun, menyoroti peningkatan jumlah pendaftar selama proses seleksi T.A 2024.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dalam konferensi pers di Gedung Bhayangkara Polres Pamekasan, Senin (22/4/2024), beliau menegaskan pentingnya memilih calon anggota Polri yang terbaik, sehat, dan berkualitas.

Baca Juga :  Meski Dijual Tanpa Cukai, Rokok RS Laris Terjual di Pamekasan

“Dalam perekrutan anggota Polri, kita mencari yang terbaik. Proses seleksi harus bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” ungkap Kompol Hj. Sitti Maryatun.

Sementara itu, jumlah pendaftar yang terus bertambah setiap harinya menunjukkan minat yang tinggi dari masyarakat Pamekasan untuk bergabung dengan Polri.

Hal ini menjadi dorongan bagi panitia seleksi untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan bahwa proses seleksi berlangsung adil dan berkualitas.

Baca Juga :  JCW Ultimatum Kades Terpilih di Pamekasan Terkait Perangkat Desa

“Kami berharap banyak putra-putri Pamekasan yang berhasil menjadi anggota Polri tahun ini. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik bagi generasi muda di Pamekasan,” tambahnya.

Kompol Hj. Sitti Maryatun juga mengajak para calon peserta seleksi untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik maupun mental.

Informasi lebih lanjut mengenai penerimaan anggota Polri dapat diperoleh dengan menghubungi Bagian SDM Polres Pamekasan.***

Baca Juga :  Mathur Husyairi Menyebut Dana Hibah di 11 OPD Provinsi Jawa Timur Diduga Fiktif