Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Bapak dan Anak di Probolinggo Kompak Jadi Pelaku Curanmor di 40 TKP

Avatar
52
×

Bapak dan Anak di Probolinggo Kompak Jadi Pelaku Curanmor di 40 TKP

Sebarkan artikel ini
Pelakau curanmor saat dipamerkan didepan awak media oleh polisi saat press rilis.

PROBOLINGGO KOTA, MaduraPost – Tiga pelaku curanmor dibekuk Satreskrim Polres Probolinggo Kota, mirisnya kedua pelaku mempunyai hubungan keluarga yaitu bapak dan anak.

Diketahui tiga tersangka tersebut di antaranya SA (47) dan SU (22), yang merupakan bapak dan anak asal Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo. Dan SPR (43), seorang penadah dan residivis asal Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Tender Proyek 3,9 Miliar, Puskesmas Dringu Probolinggo Diikuti Puluhan Kontraktor

Ketiga pelaku mengaku sudah melakukan aksinya di 40 TKP. Dalam proses  penangkapan, SA sempat melakukan perlawanan hingga di hadiahi timah panas oleh petugas.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sabani mengungkapkan, SA sebagai pelaku utama pencurian sepeda motor dengan menggunakan kunci T, tang pemutus gembok pagar, serta Gerinda.

“Motor hasil curiannya dijual dengan harga mulai Rp.1300 hingga 4 juta/unit, sedangkan peran (SU)sebagai pengantar SA ke tempat sasaran dan diberi upah seratus ribu hingga seratus lima puluh ribu rupiah,(15/11/2023),” ungkapnya.

Baca Juga :  DPO Kasus Pembunuhan Sadis di Ketapang Sampang Tertangkap di Kalimantan

Selain itu tersangka SPR berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan atau membeli seharga Rp.3.700.000 (tiga juta tujuh ratus ribu rupiah).

“Masing-masing tersangka yaitu SA dikenakan Pasal 363 KUHP Pidana, SU Pasal 363 Jo Pasal 56 KUHP Pidana, dan SPR tersangka Pasal 480 KUHP Pidana,” tandasnya.

Modus tersangka dengan masuk dalam garasi rumah, sasarannya dengan cara membuka kunci gembok menggunakan tang, merusak kunci sepeda motor dengan menggunakan kunci T dan menjual hasil kejahatan ke wilayah Jember.

Baca Juga :  Potret Ratusan Kera di Hutan Nepa Sampang Terlantar, Disporabudpar Sebut Tak Ada Anggaran