PAMEKASAN, MaduraPost – Untuk mengantisipasi merebaknya kemaksiatan di pulau Madura, Pemerintah bersama ulama dan tokoh sepakat untuk menutup semua jenis tempat hiburan malam.
Meskipun realitanya, masih ada sejumlah tempat hiburan malam yang masih beroperasi meskipun secara sembunyi sembunyi, namun setidaknya dengan kebijakan tersebut, Pemerintah sudah berusaha mengurangi angka kemaksiatan di wilayah Madura.
Namun disisi lain, Ditutupnya tempat hiburan di Madura bukan malah mengurangi aktivitas masyarakat madura yang ingin mencari hiburan di dunia malam.
Banyak masyarakat Madura yang justru pindah ke Surabaya untuk sekedar mencari hiburan dan menikmati gemerlap lampu di malam hari.
Sehingga tidak heran, mayoritas tempat hiburan malam di Surabaya dipenuhi oleh masyarakat Madura. Seperti di Ibiza, 360, KW, Coyote dan sejumlah tempat hiburan malam di Surabaya.
Menurut MR (inisial) salah satu pecinta dunia hiburan malam asal Pamekasan, Bahwa penerintah daerah di Madura harus membuka kembali tempat hiburan malam di Madura.
Karena menurut MR, ditutupnya tempat hiburan malam di Madura, bukan menjadikan mereka yang cinta dengan dunia hiburan malam berhenti, tapi justru pindah ke Surabaya.
Akibatnya, pengeluran juga meningkat fantastis dan inkam yang seharusnya bisa dinikmati Masyarakat Madura, justru dinikmati masyarakat di Surabaya.
“Silahkan datang ke Ibiza, isinya orang Madura semua. Coba seandainya Ibiza ada di Madura, maka aset orang Madura tidak akan pindah ke Surabaya,” Kata MR. Ahad (19/02/23).
Menyikapi hal tersebut, MR berharap agar kepala daerah di Madura mau meninjau kembali kebijakan terkait tempat hiburan malam.






