SAMPANG, MaduraPost – Ribuan warga Dusun Pelalangan Barat, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menggelar Haul Akbar di Goa Makrifat dan do’a bersama para ulama dan tokoh masyarakat yag telah wafat, Sabtu Minggu (6/8/2022) malam.
Dalam acara Haul Akbar di Goa Makrifat, dihadiri oleh KH Ismail dari Sumenep, Kepala Desa Gunung Maddah, tokoh masyarakat dan ribuan masyarakat Desa Gunung Maddah.
KH. Isma’il dengan panggilan Tembang Pamungkas yang terkenal Nama Aksi (Macan Madura) menyampaikan, bahwa Goa Makrifat ini merupakan tempat memperdalam ilmu syariat dan kemakrifatan dan juga keagamaan yang bermuara pada pendewasaan diri.
“Dengan adanya Haul Akbar di Goa Makrifat ini bisa kita mengenang para tokoh Ulama, Kyai atau tokoh masyarakat yang telah berjuang untuk negara dan daerah kita pada saat itu. Seperti Syekh bujuk Makrifat, Syekh bujuk Berrih, Bujuk Raddina, Bujuk Rill, Bujuk Urib, Bujuk Agung Tamugeh, Bujuk Mudekkir dan semua bujuk yang ada di Desa Gunung Maddah yang telah meninggal. Kita bersama-sama berdo’a hari ini,” kata KH Ismail, Minggu, (7/8).
“Semoga semuanya diberi ampunan dosanya dan dimasukkan ke surga,” do’anya.
Sementara itu, hal senada yang diungkapkan KH Fauzan mengatakan bahwa Haul merupakan suatu peringatan yang diadakan setahun sekali bertepatan dengan wafatnya seorang yang ditokohkan oleh masyarakatnya sesepuh dahulu baik tokoh perjuangan atau tokoh agama guru, ulama atau kiai.
“Semoga dengan adanya haul ini masyarakat maupun pemuda dan anak-anak Desa Gunung Maddah bisa mengambil hikmahnya dalam mengenang para tokoh-tokoh yang telah berjuang untuk negara dan agama,” terangnya.
Di tempat yang sama Kepala Desa
Gunung Maddah, Moh Saleh, dirinya sagat bersyukur dengan adanya Haul Akbar di Goa Makrifat.
“Dengan adanya ini bisa kita berdo’a bersama untuk para tokoh yang meninggal dan mendo’akan Desa kita dijauhkan dari segala cobaan,” tandasnya.






