Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Tiga Siswa di Sumenep Positif Covid-19, Dinkes dan P2KB Sediakan Isoter

Avatar
29
×

Tiga Siswa di Sumenep Positif Covid-19, Dinkes dan P2KB Sediakan Isoter

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA. Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep, saat diwawancara sejumlah media baru-baru ini. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Mendengar soal tiga siswa telah terkonfirmasi positif Covid-19, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes dan P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, siapkan isolasi terpadu (isoter). Selasa, 8 Februari 2022.

Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep, Agus Mulyono mengatakan, saat ini pemerintah setempat telah menyiapkan isoter bagi masyarakat yang terkena Covid-19.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Kita sediakan isoter dulu, apabila ada opsi lain, asal itu nanti harus ada pemantauan yang ketat dan laporan dari orang tuanya, pasti kita lakukan,” kata Agus, saat dikonfirmasi baru-baru ini, Selasa (8/2).

Baca Juga :  RSUD Sampang Gelar Operasi Bibir Sumbing dan Santuni Anak Yatim

Pihaknya menyebutkan, lokasi isoter yang dimiliki Pemkab Sumenep salah satunya di Kecamatan Batuan. Sisanya, terdiri dari 63 bet (kasur tidur).

“Kemudian ada juga di BLK, tapi masih dalam proses permintaan izin karena miliknya provinsi,” kata Agus menerangkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Agus Dwi Saputra, langsung merespon penuh. Kepada sejumlah media, Agus menjelaskan, telah melakukan sterilisasi di sekolah agar siswa lain tidak tertular.

Baca Juga :  IKA PMII Sumenep Soroti Kinerja Tim Satgas Covid-19, Joko Suhardi : Ini Main Petak Umpet

Agus mengungkapkan, ada tiga orang siswa yang positif Covid-19 dengan jenis kelamin perempuan. Mereka duduk dibangku kelas V.

Saat ini, satu siswa yang dinyatakan positif Covid-19 telah dilakukan tes PCR dan menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Sumenep.

“Selebihnya, dua siswa lainnya diketahui melalui tes swab. Saat ini mereka sedang menjalani isolasi mandiri,” kata Agus, saat meninjau proses vaksinasi usia 6 hingga 11 tahun di Kecamatan Dasuk.

Baca Juga :  Ancaman Kejahatan Digital bagi UMKM: Bagaimana Pelaku Usaha Bisa Bertahan?