Scroll untuk baca artikel
Daerah

WFH Dua Hari dan Transportasi Hijau, Strategi Pemkab Sumenep Tekan BBM

×

WFH Dua Hari dan Transportasi Hijau, Strategi Pemkab Sumenep Tekan BBM

Sebarkan artikel ini
TURBA. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat duduk di atas becak listrik beberapa waktu lalu. (Istimewa for MaduraPost)
TURBA. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat duduk di atas becak listrik beberapa waktu lalu. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi memberlakukan kebijakan baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah selama dua hari setiap pekan.

Langkah ini ditempuh sebagai strategi untuk mengurangi konsumsi energi dan Bahan Bakar Minyak (BBM), sekaligus membatasi mobilitas harian para pegawai di lingkungan pemerintahan daerah.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tak hanya menerapkan sistem kerja jarak jauh, Pemkab Sumenep juga mengajak ASN mengubah kebiasaan dalam memilih moda transportasi, khususnya bagi mereka yang berdomisili dekat dengan kantor.

ASN yang memiliki jarak tempat tinggal kurang dari lima kilometer dianjurkan memanfaatkan sarana transportasi ramah lingkungan, seperti sepeda, becak, sepeda listrik, maupun kendaraan listrik.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi energi di lingkungan pemerintahan daerah.

Menurutnya, penerapan WFH bukan hanya sekadar pengaturan sistem kerja, tetapi juga mendorong perubahan pola hidup yang lebih hemat energi.

“Kami ingin membangun kebiasaan baru di lingkungan ASN agar lebih bijak dalam penggunaan energi, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM,” tutur Bupati Fauzi, Senin (30/3).

Ia juga menekankan pentingnya peran ASN sebagai contoh dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di masyarakat.

“Kalau jaraknya dekat, lebih baik menggunakan sepeda atau berjalan kaki. Selain hemat energi, juga baik untuk kesehatan,” tambahnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu berpandangan, terobosan kebijakan di level daerah menjadi faktor penting dalam mendukung agenda nasional terkait penghematan energi dan pelestarian lingkungan.

Melalui perpaduan penerapan WFH dan dorongan penggunaan transportasi alternatif, Pemkab Sumenep optimistis mampu membangun sistem kerja yang lebih efektif serta turut berkontribusi menekan emisi di sektor transportasi.***