Scroll untuk baca artikel
Daerah

Warga Miskin Bingung Berobat, Anggaran Jamkesda di Sampang Habis

Avatar
33
×

Warga Miskin Bingung Berobat, Anggaran Jamkesda di Sampang Habis

Sebarkan artikel ini
Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. (MaduraPost/Saman Syah)

SAMPANG, MaduraPost – Beredar Surat Edaran (SE) habis anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) di Kabupaten Sampang mulai tanggal 5 Juli kemarin. Namun menjadi kebingungan masyarakat miskin yang tak terkafer BPJS untuk berobat di rumah sakit.

Pasalnya, dalam surat edaran yang sudah di keluarkan tersebut di tujukan kepada direktur RSUD Sampang dr. Muhammad Zyn, RSU Ketapang dan Kepala Puskesmas se- Kabupaten Sampang. Sehingga menjadi tanda tanya dibagian relawan kesehatan yang sering membuat Jamkesda tapi tidak bisa digunakan di puskesmas setempat.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Fokus Penanggulangan Virus Corona, Bupati Sampang Hentikan Pengadaan Program Fisik

Menurut Fajar pemuda asal Desa Daleman yang sering mengawal orang berobat melalui Jamkesda, Bahwa Jamkesda tidak bisa digunakan di Puskesmas setempat.

“Saya pernah bawa pasien punya BPJS cuma terbelokir, langsung buatkan Jamkesda tapi tidak berlaku di Puskesmas. Tapi kenapa di surat edarannya itu ditujukan kepada Puskesmas sekabupaten Sampang salah satunya. Kan ini jadi tanda tanya untuk saya yang masih belum faham,” Ucapnya.

Baca Juga :  Terkait Penahanan Kartu PKH di Sokobanah Daya, Kepala Dusun dan Pendamping Saling Lempar Tanggung Jawab

Fajar menambahkan bahwa dirinya masih belum tau kenapa Jamkesda tidak masuk kepada Puskesmas.

“Puskesmas itu kan ada di daerah, tapi kenapa ko, kita tidak bisa kafer pasien lewat Jamkesda,” Tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (KADINKES) Sampang dr Abdullah Najih saat dikonfirmasi lewat WhatsAppnya mengatakan, emang kalau ke Puskesmas Jamkesda tidak bisa mas.

Baca Juga :  Kerap Mengamuk, Seorang Warga Pasean Pamekasan Terpaksa Dipasung

“Surat Edaran guna menginformasikan kemasyarakat yang ada di lingkup puskemas, biar sama-sama tau kalau Jamkesda sementara ini sudah habis,” singkatnya.