SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menetapkan langkah kesiapsiagaan bencana menyusul kondisi cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah perairan selama lebih dari sepekan terakhir.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan unsur terkait untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap dampak angin kencang dan gelombang tinggi yang menyebabkan aktivitas pelayaran laut terhenti.
Akibat kondisi tersebut, akses transportasi menuju wilayah kepulauan lumpuh total. Banyak warga kepulauan tidak dapat kembali ke daerah asal dan terpaksa tertahan di daratan.
Sejumlah warga terlihat menunggu kepastian keberangkatan di Terminal Pelabuhan Kalianget, sementara sebagian lainnya memilih menetap sementara di rumah-rumah singgah kepulauan yang berada di Kota Sumenep.
Puluhan warga asal Pulau Sapeken, misalnya, bertahan di Rumah Singgah Pulau Sapeken yang berada di Kecamatan Kota. Setelah hampir satu pekan tidak dapat pulang akibat cuaca yang tak kunjung membaik, para warga tersebut melaporkan kondisi mereka kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep karena persediaan logistik, khususnya makanan, mulai menipis.
Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan warga kepulauan membutuhkan bantuan segera untuk memenuhi kebutuhan dasar selama menunggu pelayaran kembali dibuka.
“Mereka, warga Kepulauan Sapeken, menyampaikan laporan ke Baznas karena sudah sekitar satu minggu berada di rumah singgah dan belum bisa kembali ke pulau akibat cuaca buruk. Logistik mereka, terutama makanan, sudah sangat terbatas,” ujar Rahman, Jumat (16/1).
Merespons laporan itu, Baznas Sumenep langsung mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan makanan.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Baznas Sumenep kepada warga yang berada di rumah singgah Pulau Sapeken di Kecamatan Kota.
Rahman menegaskan, pendampingan dan bantuan tidak akan berhenti sampai kondisi benar-benar memungkinkan warga kembali ke wilayah kepulauan dengan aman.
“Selama pelayaran belum dibuka dan kapal belum bisa beroperasi karena faktor cuaca, kami akan terus membantu kebutuhan makanan warga,” tegasnya.
Baznas Sumenep juga memastikan akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai bentuk dukungan terhadap arahan Bupati agar seluruh pihak tetap siaga dan responsif dalam menghadapi potensi bencana, termasuk dampak cuaca ekstrem yang menghambat transportasi laut.
Langkah cepat penyaluran bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban warga kepulauan yang terdampak, sekaligus menjamin kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi hingga kondisi cuaca kembali normal dan jalur pelayaran dapat beroperasi kembali.***






