Scroll untuk baca artikel
Nasional

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR RI Minta Penguatan Perlindungan Pasukan

Avatar
×

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR RI Minta Penguatan Perlindungan Pasukan

Sebarkan artikel ini
Slamet Ariyadi usai menghadiri kegiatan di lingkungan DPR RI Jakarta. (MaduraPost/DOK)

JAKARTA, MaduraPost – Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, mengecam keras insiden serangan di Lebanon yang mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian internasional.

Ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari pasukan United Nations Interim Force in Lebanon yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah konflik.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Insiden terjadi dalam dua peristiwa terpisah pada Minggu (29/3/2026) dan Senin (30/3/2026), yang juga mengakibatkan lima prajurit lainnya mengalami luka-luka.

Slamet Ariyadi yang merupakan anggota Komisi I DPR RI menilai, dua insiden dalam waktu berdekatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan risiko terhadap pasukan penjaga perdamaian.

“Dua insiden dalam waktu singkat ini mengindikasikan adanya pola ancaman berlapis yang meningkatkan kerentanan pasukan penjaga perdamaian, terutama di tengah eskalasi konflik antara militer Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat ruang operasi misi perdamaian semakin berisiko, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga diperlukan penguatan sistem perlindungan dan mitigasi risiko yang lebih adaptif.

Dari sisi hukum dan diplomasi, Slamet menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian sesuai dengan ketentuan hukum humaniter internasional.

Ia juga mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan nasional terkait penugasan prajurit TNI di luar negeri.

“Perlu ada penguatan kebijakan nasional dalam penugasan TNI di luar negeri, termasuk perlindungan maksimal bagi personel,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai langkah pemerintah yang mendorong investigasi bersama pihak UNIFIL serta wacana mitigasi risiko, termasuk opsi penarikan pasukan, menunjukkan perlunya keseimbangan antara komitmen internasional dan keselamatan prajurit.

Daftar Korban Gugur dan Terluka

Dalam pernyataannya, Slamet Ariyadi juga menyampaikan identitas prajurit yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Tiga prajurit TNI yang gugur:

Praka Farizal Rhomadhon

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar

Sertu Muhammad Nur Ichwan

Sementara lima prajurit yang mengalami luka-luka:

Praka Rico Pramudia

Praka Bayu Prakoso

Praka Arif Kurniawan

Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana

Praka Deni

Ia menegaskan bahwa negara perlu memberikan penghormatan serta jaminan perlindungan sosial bagi prajurit yang gugur maupun terluka sebagai bentuk tanggung jawab konstitusional.***