Soal Kasus Retribusi Pasar, KOMAD dan BMM Demo Sekda Pamekasan.

Avatar
Peserta aksi dari KOMAD dan BMM saat melakukan aksi demo di depan Kantor Sekda Pamekasan (Mohammad Munir)

PAMEKASAN, MaduraPost – Massa aksi yang tergabung dalam Komunitas Monitoring dan Advokasi (KOMAD) dan Barisan Masyarakat Merdeka (BMM) menggelar aksi demonstrasi ke Kantor Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jum’at (24/06/2002).

Aksi mereka bertujuan untuk mendesak supaya oknum pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Pamekasan mengembalikan uang kas daerah setempat sebesar kurang lebih 1,7 miliar yang diduga digelapkannya (oknum pejabat, red).

Menurut Suja’i selaku Ketua BMM sekaligus salah satu Korlap Aksi menyampaikan, bahwasanya Disperindag Kabupaten Pamekasan telah melakukan tindakan merugikan keuangan negara dari retribusi pasar.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini dianggap bocor jelas telah merugikan semua pihak, dan ini sudah jelas kalau PAD dari restribusi pasar sudah dirampok oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, yakni oleh pihak Disperindag Pamekasan,” kata Suja’i dalam orasinya.

BACA JUGA :  Diduga Kurang Konsentrasi Saat Mengemudi, Mobil Bermuatan Telur Alami Kecelakaan di Pamekasan

Ia juga mengatakan, kalau bocornya PAD dari retribusi pasar itu jelas telah merugikan masyarakat.

“Khususnya para penjual, pedagang polo ijo, pegagang sapi, penyiwa toko, penyewa Kos dan penyewa toko grosir di pasar,” ujarnya.

Sementara Ketua KOMAD Zaini Wer Wer dalam orasinya juga menyampaikan, kalau perampokan retribusi pasar memang tersetruktur secara masif di Disperindag Pamekasan. Sehingga, kata Wer Wer (akrab dikenal), banyak temuan yang ternyata alur pendapatan retrebusi di setiap pasar tidak optimal dan tidak terakomodir dengan baik.

BACA JUGA :  Sempat Hilang Setahun Lalu, Polres Sampang Kembalikan Motor Milik Warga Pamekasan

“Sebab, pemungutan retribusi tidak berdasarkan Standar Operasting Prosedur (SOP), Perda maupun Perbup. Sehingga ada dugaan telah terjadi tindakan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan pasar di Kabupaten Pamekasan,” teriaknya.

Wer Wer juga meminta dengan tegas supaya oknum tersebut segera ditindak. Jangan hanya dimutasi dan diberhentikan, ujar Wer Wer, karena uang yang dikembalikan ke kas daerah itu merupakan bukti adanya tindakan melawan hukum.

“Dari itu, pelaku-pelakunya itu wajib diproses secara hukum yang berlaku, jangan-jangan empat pejabat yang dimutasi dan dipecat itu hanyalah tumbal,” ujar Wer Wer dalam orasinya.

BACA JUGA :  Kecelakaan di Karduluk-Sumenep, 1 Bocah Meninggal Dunia

Sementara itu, di hadapan peserta aksi Kepala Bidang (Kabid) bagian pasar di Disperindag Pamekasan Agus berdalih, kalau dirinya masih baru menjabat Kabid di Dinas tersebut.

“Jadi, hasil dari temuan inspektorat dan audit BPK RI, uang tersebut sudah dikembalikan oleh ke kas daerah oleh, dan yang bersangkutan dua orang sudah diberhentikan dan dua orang lainnya dimutasi,” ujarnya.

Diinformasikan, bahwa aksi demo tersebut tidak ditemui oleh pihak Sekda, sehingga salah satu Korlap Aksi menerobos masuk ke ruangannya Sekda Pamekasan.