Scroll untuk baca artikel
Daerah

Slamet Ariyadi Respons Keluhan Jalan dan Infrastruktur Rusak di Madura

Avatar
×

Slamet Ariyadi Respons Keluhan Jalan dan Infrastruktur Rusak di Madura

Sebarkan artikel ini
Abd Rohman saat menyampaikan aspirasi kepada Slamet Ariyadi terkait kondisi jalan gelap dan infrastruktur rusak di wilayah Madura. (MaduraPost/Saman Syah)

SAMPANG, MaduraPost – Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, merespons positif berbagai keluhan masyarakat Madura terkait minimnya penerangan jalan umum (PJU), kondisi infrastruktur rusak, hingga maraknya investasi bodong yang meresahkan.

Keluhan tersebut mencuat, terutama terkait kondisi jalan dari kawasan Jembatan Suramadu hingga wilayah Sumenep yang dinilai banyak mengalami kerusakan serta minim penerangan, sehingga rawan kecelakaan dan tindak kriminal pada malam hari.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Slamet Ariyadi menyampaikan apresiasi atas keberanian masyarakat dalam menyuarakan aspirasi secara langsung.

“Saya mengapresiasi keberanian warga Madura dalam menyampaikan keluhan yang selama ini dirasakan,” ujarnya, Senin (30/3).

Ia menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan segera ditindaklanjuti sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Madura.

“Aspirasi ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Madura menginginkan perubahan nyata. Ini bukan sekadar janji, tetapi akan segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai persoalan yang disampaikan warga mencakup perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan layanan publik, hingga penanganan kejahatan ekonomi seperti investasi bodong.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi kepada pemerintah agar permasalahan yang ada dapat segera direspons.

“Kami berharap masyarakat tidak takut menyampaikan aspirasi, agar perbaikan, khususnya infrastruktur di Madura, bisa segera dilakukan,” tambahnya.

Sementara itu, aktivis Jawa Timur, Abd Rohman, menyampaikan apresiasi atas respons yang diberikan Slamet Ariyadi.

Ia menyoroti minimnya penerangan jalan di jalur strategis, khususnya dari Suramadu hingga jalur Pantura yang melintasi Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep.

“Banyak ruas jalan gelap gulita. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendesak pemerintah agar segera melakukan perbaikan terhadap infrastruktur yang rusak serta meningkatkan fasilitas penerangan jalan guna menekan angka kecelakaan dan potensi tindak kriminal.***