Scroll untuk baca artikel
Politik

Simpatisan Golkar Dukung Pasangan ‘Berbakti’ di Pilkada Pamekasan

Avatar
×

Simpatisan Golkar Dukung Pasangan ‘Berbakti’ di Pilkada Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Simpatisan Golkar Candra Purnama bersepeda motor Golkar saat mengantarkan Pasangan Berbakti mendaftar ke KPU Pamekasan. (DOK/MaduraPost)

PAMEKASAN, MaduraPost – Seorang simpatisan Partai Golkar di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Candra Purnama, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Ra Baqir dan Mas Taufadi, yang dikenal dengan sebutan ‘Berbakti,’ pada Pilkada Pamekasan 2024.

Sementara Pasangan Berbakti didukung oleh PPP, PDIP, Hanura dan Perindo. Dukungan Candra menarik perhatian karena dia mengantar paslon ‘Berbakti’ mendaftar ke KPU Pamekasan dengan mengendarai sepeda motor berwarna kuning yang khas, lengkap dengan logo Partai Golkar dan foto Ketua DPD Golkar Pamekasan, Rize Ikhwan Muttaqin.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Kandidat Bakal Calon Bupati Pamekasan 2024, Dari yang Paling Tajir Hingga Kantong Kosong

“Pasangan Berbakti ini banyak jasa pada hidup saya, jadi saatnya saya harus membalasnya,” kata Candra kepada MaduraPost, Kamis (29/8/2024).

Namun, di sisi lain, Partai Golkar secara resmi mendukung pasangan calon Fattah Jasin dan Mujahid Anshori yang menggunakan nama ‘Tauhid’ pada Pilkada kali ini.

“Saya sangat menghormati pimpinan saya (Rize Ikhwan Muttaqin),” ujar Candra saat ditanya alasan di balik penggunaan sepeda motor berlambang Partai Golkar tersebut.

Baca Juga :  Jelang Kongres 2026, BM PAN Jatim Dorong Munculnya Sejumlah Kandidat Ketua

Candra mengakui bahwa keputusannya membawa sepeda motor dengan lambang partai Golkar adalah bentuk dari pandangan politiknya yang tidak bisa sepenuhnya diatur.

Meskipun berbeda pilihan, dia menekankan bahwa dalam politik, ada perbedaan antara dukungan eksternal dan perasaan yang sesungguhnya.

“Secara tampak luar, mungkin terlihat mendukung, tapi soal hati dan perasaan tidak bisa dipaksakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Praktisi Hukum Yolies Yongky Sikapi KPU Pamekasan Yang Terindikasi Tak Luber Jurdil

Candra, yang merupakan warga Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, juga menyatakan siap menerima segala konsekuensi atas tindakannya tersebut. Dia menegaskan bahwa dirinya hanya seorang simpatisan, bukan pengurus partai.***