SAMPANG, MaduraPost — Kabar penangkapan seorang pria berinisial UA, yang disebut-sebut menjabat sebagai Kepala Dusun di Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, beredar luas di tengah masyarakat. UA dikabarkan diamankan aparat kepolisian pada Sabtu (10/1/2026) pagi.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, UA diamankan oleh anggota Polres Pamekasan di Jalan Raya Rabiyan, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang memastikan status hukum maupun peran UA dalam perkara yang dimaksud.
Penangkapan tersebut dikaitkan dengan kasus penjambretan yang berujung maut di Dusun Beltok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/1/2026) dan menyedot perhatian publik setelah seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan, saat dikonfirmasi mengaku belum dapat memberikan keterangan rinci. Ia menyatakan masih menunggu laporan resmi dari anggota di lapangan.
“Untuk sementara belum bisa kami sampaikan secara detail, karena anggota kami belum melaporkan kejadian penangkapan tersebut,” ujar Doni singkat.
Keterangan serupa disampaikan Kapolsek Ketapang, Iptu Muhammad Ari Nuzul Aulia. Ia mengaku belum menerima laporan adanya penangkapan di wilayah hukumnya.
“Saya belum dapat kabar, Mas. Coba saya kroscek ke anggota dulu,” katanya.
Adapun korban penjambretan diketahui merupakan satu keluarga asal Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Saat kejadian, mereka berboncengan menggunakan satu sepeda motor bernomor polisi M 3863 CC.
Sepeda motor tersebut dikendarai Halimatus Sakdiyah (26) yang membonceng ibunya, Sumriyeh (60), serta dua anaknya, Alfian (7) dan Kayla (20 bulan). Ketika melintas di lokasi kejadian, mereka diduga menjadi sasaran penjambretan yang berujung pada benturan keras dan kecelakaan fatal.
Akibat peristiwa tersebut, Sumriyeh (60) mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara Halimatus Sakdiyah dan kedua anaknya selamat, meski mengalami trauma dan telah mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara terang peristiwa tersebut, termasuk memastikan keterkaitan UA dengan kasus penjambretan maut itu. Publik menanti penjelasan resmi dan transparan dari kepolisian guna memastikan kejelasan peristiwa serta penegakan hukum yang berkeadilan.






