SUMENEP, MaduraPost – Tumpukan sampah terlihat menggunung di bahu Jalan Doktor Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Kamis (2/4/2026).
Limbah rumah tangga yang dimasukkan ke dalam kantong plastik berbagai warna itu dibiarkan menumpuk di tepi jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.
Pantauan di lokasi, sampah dibuang di sisi kanan jalan, tepat di dekat saluran drainase. Meski di tempat itu terdapat Tempat Pembuangan Sementara (TPS), namun kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan karena selain merusak pemandangan, juga berpotensi membahayakan pengendara.
Seorang warga sekitar, Rahmat (45), mengaku resah dengan kondisi tersebut. Menurutnya, tumpukan sampah itu sudah beberapa hari tidak diangkut.
“Baunya menyengat, apalagi kalau siang. Ini kan jalan umum, banyak orang lewat. Harusnya cepat diangkut,” ujarnya, Kamis (2/4) pagi.
Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar persoalan itu tidak berlarut-larut. Selain mengganggu kesehatan, Rahmat khawatir sampah yang menumpuk dapat menyumbat saluran air saat hujan turun.
Keluhan serupa disampaikan Siti (32), pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut. Ia menilai keberadaan sampah di bahu jalan cukup mengganggu konsentrasi pengendara.
“Kalau malam mungkin lebih bahaya, karena posisinya di pinggir jalan. Takutnya ada yang menghindar lalu oleng,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni, sulit dimintai konfirmasi. Begitu pula Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Sumenep, Deddy Surya.
MaduraPost telah berulang kali melakukan upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan resmi terkait penanganan tumpukan sampah di Jalan Doktor Cipto tersebut.***






