Scroll untuk baca artikel
Daerah

Rektor UPI Sumenep Sebut Kampus Tetap Dampingi Mahasiswa di Tengah Dinamika KIP Kuliah

Avatar
×

Rektor UPI Sumenep Sebut Kampus Tetap Dampingi Mahasiswa di Tengah Dinamika KIP Kuliah

Sebarkan artikel ini
SEPAKAT. Mahasiswa UPI Sumenep menggelar aksi penyampaian aspirasi di lingkungan kampus, menyoroti persoalan KIP Kuliah dan komitmen peningkatan kualitas pendidikan. (M.Hendra.E/MaduraPost)
SEPAKAT. Mahasiswa UPI Sumenep menggelar aksi penyampaian aspirasi di lingkungan kampus, menyoroti persoalan KIP Kuliah dan komitmen peningkatan kualitas pendidikan. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Rektor Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Dr. Asmoni mengungkapkan, bahwa pihak kampus tidak akan lepas tangan dalam mendampingi mahasiswa menjalani proses akademik, meskipun saat ini terdapat berbagai dinamika yang berkembang di lingkungan universitas.

Ia menilai pendidikan tetap menjadi kunci utama dalam menata masa depan mahasiswa, apa pun kondisi yang sedang mereka hadapi.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Menanggapi polemik terkait program KIP Kuliah yang belakangan mencuat, Asmoni menjelaskan, bahwa universitas berfungsi sebagai penghubung dalam mekanisme pengajuan bantuan pendidikan tersebut.

Adapun penentuan kuota hingga penetapan penerima sepenuhnya menjadi wewenang penyelenggara program di tingkat pusat.

Baca Juga :  Kopi Satu Sachet, Peluang Umrah: Kahmi Pasean Pamekasan Gelar Jalan Sehat

Kendati demikian, kampus disebutnya tetap memberikan atensi kepada mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu sesuai kapasitas institusi.

“Universitas posisinya memfasilitasi pengajuan. Soal lolos atau tidak, itu di luar kewenangan kami. Yang paling penting mahasiswa tetap fokus memperbaiki kualitas diri melalui perkuliahan,” kata Asmoni pada MaduraPost, Kamis (29/1) siang.

Ia turut mendorong mahasiswa agar tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai penghalang untuk terus berkuliah.

Menurutnya, banyak pilihan yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menopang biaya pendidikan, mulai dari bekerja paruh waktu, menulis, membuka les privat, hingga menjalankan aktivitas produktif lainnya.

Baca Juga :  Update Perolehan Kursi DPR RI Dapil Jatim XI, PDIP dapat Dua Kursi, Gerindra Zonk

“Jalan menuju masa depan itu tidak tunggal. Beasiswa bukan satu-satunya cara. Insya Allah selalu ada jalan bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin belajar,” ujarnya menambahkan.

Terkait mahasiswa penerima KIP Kuliah maupun skema beasiswa lain, Asmoni berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ia menekankan pentingnya menjadikan beasiswa sebagai pendorong lahirnya prestasi, bukan sekadar fasilitas penunjang.

“Saya berharap penerima beasiswa mampu menunjukkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Jangan hanya menikmati bantuan, tetapi wujudkan dengan capaian nyata sesuai nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tuturnya.

Baca Juga :  Rawan Banjir, BPBD Sampang Dapat Bantuan Alat Pendeteksi Banjir Dari Pemprov Jatim

Lebih jauh, ia mengingatkan agar dana bantuan pendidikan digunakan secara bijaksana. Menurutnya, tujuan utama KIP Kuliah adalah mendukung keberlangsungan studi, bukan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif yang berlebihan.

Di sisi lain, pihak mengaku tetap membuka ruang dialog bagi mahasiswa. Asmoni memastikan aspirasi akan terus ditampung melalui komunikasi yang sehat sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana kampus yang humanis dan kondusif.

Dengan semangat kebersamaan, UPI Sumenep berkomitmen melakukan pembenahan berkelanjutan serta memperkuat tata kelola kelembagaan, sembari mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan dinamika yang ada sebagai sarana pembelajaran dan pertumbuhan bersama.***