Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Puskesmas Pasongsongan Gencarkan Sweeping dan Sosialisasi Imunisasi Campak untuk Cegah KLB

Avatar
330
×

Puskesmas Pasongsongan Gencarkan Sweeping dan Sosialisasi Imunisasi Campak untuk Cegah KLB

Sebarkan artikel ini
PENANGANAN. Petugas Puskesmas Pasongsongan sedang memberikan imunisasi campak kepada anak-anak di Desa Pasongsongan dalam rangka ORI untuk mencegah penyebaran KLB campak. (Istimewa for MaduraPost)
PENANGANAN. Petugas Puskesmas Pasongsongan sedang memberikan imunisasi campak kepada anak-anak di Desa Pasongsongan dalam rangka ORI untuk mencegah penyebaran KLB campak. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Upaya pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus digencarkan.

Puskesmas Pasongsongan bersama lintas sektor, Dinas Kesehatan P2KB, dan tim WHO melaksanakan Sosialisasi serta Outbreak Response Immunization (ORI) Campak di Kecamatan Pasongsongan, Selasa (16/9/2025).

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Imunisasi ORI yang menyasar anak-anak usia 9 bulan hingga 7 tahun ini dilakukan di tiga desa, yakni Pasongsongan, Prancak, dan Montorna.

Baca Juga :  Kusmanto : Puskesmas Pasean Targetkan 2020 Lulus Akreditasi Paripurna

Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Puskesmas Pasongsongan, Camat Pasongsongan, Kapolsek, Danramil, Subkoor Survim Dinas Kesehatan P2KB, serta perwakilan WHO.

Kepala Puskesmas Pasongsongan, dr. Ariyanis Rasdyahati, imunisasi ini bertujuan membentuk kekebalan kelompok dan memutus rantai penularan penyakit campak.

“Sosialisasi ORI juga digelar untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi campak,” ujar dr. Ariyanis, Selasa (16/9).

Ia menambahkan, sosialisasi diharapkan mendorong orang tua membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas, posyandu, maupun sekolah.

Baca Juga :  Hendak Menjual Emas Hasil Rampasannya ke Pasar, Pelaku Penjambretan di Bangkalan Dihajar Massa

Namun, capaian imunisasi di Desa Prancak dan Montorna masih tergolong rendah dibanding desa lainnya.

Rendahnya partisipasi disebabkan penolakan sebagian orang tua yang kurang memahami manfaat imunisasi, risiko komplikasi campak, serta isu halal-haram terkait vaksin.

Untuk mengejar target 95 persen dari total sasaran yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, tim kesehatan Puskesmas Pasongsongan terus melakukan sweeping.

Baca Juga :  Warga Terpapar Corona di Sumenep Terus Melonjak Naik, Total 51 Kasus Terkonfirmasi

Kegiatan ini dilakukan dengan mendatangi rumah ke rumah warga dan melibatkan lintas sektor, termasuk kecamatan, Polsek, Koramil, pengawas dari Dinas Pendidikan, serta pengawas dari Kemenag.

Upaya door-to-door ini, kata dr. Ariyanis, penting agar semua anak di Kecamatan Pasongsongan mendapatkan perlindungan dari campak dan potensi terjadinya KLB dapat diminimalkan.***