SUMENEP, MaduraPost – Upaya pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus digencarkan.
Puskesmas Pasongsongan bersama lintas sektor, Dinas Kesehatan P2KB, dan tim WHO melaksanakan Sosialisasi serta Outbreak Response Immunization (ORI) Campak di Kecamatan Pasongsongan, Selasa (16/9/2025).
Imunisasi ORI yang menyasar anak-anak usia 9 bulan hingga 7 tahun ini dilakukan di tiga desa, yakni Pasongsongan, Prancak, dan Montorna.
Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Puskesmas Pasongsongan, Camat Pasongsongan, Kapolsek, Danramil, Subkoor Survim Dinas Kesehatan P2KB, serta perwakilan WHO.
Kepala Puskesmas Pasongsongan, dr. Ariyanis Rasdyahati, imunisasi ini bertujuan membentuk kekebalan kelompok dan memutus rantai penularan penyakit campak.
“Sosialisasi ORI juga digelar untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi campak,” ujar dr. Ariyanis, Selasa (16/9).
Ia menambahkan, sosialisasi diharapkan mendorong orang tua membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas, posyandu, maupun sekolah.
Namun, capaian imunisasi di Desa Prancak dan Montorna masih tergolong rendah dibanding desa lainnya.
Rendahnya partisipasi disebabkan penolakan sebagian orang tua yang kurang memahami manfaat imunisasi, risiko komplikasi campak, serta isu halal-haram terkait vaksin.
Untuk mengejar target 95 persen dari total sasaran yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, tim kesehatan Puskesmas Pasongsongan terus melakukan sweeping.
Kegiatan ini dilakukan dengan mendatangi rumah ke rumah warga dan melibatkan lintas sektor, termasuk kecamatan, Polsek, Koramil, pengawas dari Dinas Pendidikan, serta pengawas dari Kemenag.
Upaya door-to-door ini, kata dr. Ariyanis, penting agar semua anak di Kecamatan Pasongsongan mendapatkan perlindungan dari campak dan potensi terjadinya KLB dapat diminimalkan.***






