“Sering berulang, tidak hanya sekali. Tidak setahun sudah rusak,” ujarnya.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, media ini menghubungi Kepala Desa Sana Laok Abdurrahaman. Ia mengakui keberadaan proyek tersebut.
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
“Itu pokmas,” kata Abdurrahman lewat via telepon.
Ia tidak banyak cakap merespons konfirmasi wartawan, namun ia meminta agar dihubungi langsung pemilik proyek tersebut.
Saat dihubungi pemiliknya yang diketahui bernama Jubri belum utuh memberikan keterangan kepada media. Padahal sebelumnya, sudah dipaksa untuk diminta keterangan.
(mp/fat/rus)






