Scroll untuk baca artikel
News

Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Takjil Ramadan, Dinkes P2KB Turunkan Tim Khusus

×

Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Takjil Ramadan, Dinkes P2KB Turunkan Tim Khusus

Sebarkan artikel ini
RAMAI. Suasana pasar takjil Ramadan di Kabupaten Sumenep yang dipadati warga menjelang waktu berbuka puasa. (M.Hendra.E/MaduraPost)
RAMAI. Suasana pasar takjil Ramadan di Kabupaten Sumenep yang dipadati warga menjelang waktu berbuka puasa. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memperkuat pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman takjil selama Ramadan.

Upaya ini dilakukan untuk menjamin keamanan pangan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan saat berbuka puasa.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, pemerintah daerah membentuk tim khusus yang akan melakukan inspeksi langsung di lapangan.

Pengawasan ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Sumenep agar aktivitas penjualan maupun pembagian takjil tetap memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Ellya Fahdasah mengatakan, bahwa pihaknya telah menyiapkan tim keamanan pangan untuk memeriksa makanan yang dijual dan dibagikan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Lantik Agus Dwi Saputra sebagai Sekda, Tekankan Penguatan PAD dan Soliditas Birokrasi

“Jadi nanti kita akan melihat tim infeksi, keamanan pangan, untuk memastikan makanan yang dijual pada takjil itu sesuai dengan standar keamanan pangan,” kata Ellya, Sabtu (28/2).

Ia menjelaskan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara kasatmata. Petugas juga akan menggunakan alat khusus berupa sanitarian kit guna memastikan makanan benar-benar higienis dan layak konsumsi.

Perangkat tersebut membantu tim kesehatan menilai kualitas pangan, termasuk tingkat kebersihan serta potensi kontaminasi.

Pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh hingga tingkat kecamatan. Setiap puskesmas telah menyiapkan tim yang siap terjun saat ada kegiatan pembagian takjil di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Pengerjaan Proyek Paving di Barurambat Kota Diduga Banyak Penyimpangan dan Mark-Up

“Pokoknya di kecamatan-kecamatan juga ada timnya untuk bisa ikut turun pada saat ada kegiatan bagi takjil,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pemeriksaan, Dinkes P2KB juga menitikberatkan pada edukasi bagi para pedagang. Mereka diingatkan agar menjaga kebersihan sejak proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan.

Menurut Ellya, makanan yang awalnya aman bisa saja terkontaminasi jika penanganannya tidak tepat.

“Bukan cuma pemeriksaan saja, edukasi pastinya. Edukasinya kepada penjual makanan untuk bisa menjaga kebersihan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyarankan pihak-pihak yang berencana membagikan takjil agar berkoordinasi dengan Dinkes jika ingin memastikan makanan yang disalurkan memenuhi standar keamanan pangan.

Baca Juga :  Kepala Desa Pangereman Ketapang Wafat, Paguyuban Klebun Pantura Sampang Berduka

Meski demikian, pengawasan tetap diprioritaskan pada pedagang rutin di titik-titik keramaian yang menjadi pusat aktivitas warga selama Ramadan.

Ellya menambahkan, pengawasan keamanan pangan sejatinya telah menjadi agenda rutin Dinkes, seperti pemeriksaan di sekolah maupun kantin sehat.

Namun, Ramadan menjadi momentum penting untuk mengintensifkan pengawasan karena meningkatnya konsumsi makanan di ruang publik.

Melalui langkah ini, Pemkab Sumenep berharap masyarakat dapat menikmati takjil dengan aman tanpa dihantui kekhawatiran terhadap gangguan kesehatan.

“Intinya memastikan pangan itu aman, higienis, dan siap untuk dikonsumsi,” tukasnya.***