SUMENEP, MaduraPost – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, meningkatkan pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman takjil.
Kebijakan ini ditempuh untuk menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi warga selama menjalankan ibadah puasa.
Lonjakan aktivitas penjualan serta pembagian takjil gratis di berbagai sudut kota menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah.
Intensitas transaksi yang tinggi dinilai berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila tidak dibarengi kontrol kualitas yang memadai.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengungkapkan, pengawasan takjil merupakan agenda prioritas pemerintah.
“Takjil yang dijual maupun yang dibagikan secara gratis harus diawasi agar tidak menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Bupati Fauzi, Sabtu (21/2).
Ia menginstruksikan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep untuk melakukan pemantauan secara intensif, termasuk hingga ke level pelayanan kesehatan dasar.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat juga perlu diperkuat melalui jejaring puskesmas agar pesan kehati-hatian tersampaikan secara luas.
“Kami minta Dinkes P2KB menyampaikan imbauan kepada seluruh puskesmas agar diteruskan kepada masyarakat sekaligus melakukan pengawasan di lapangan,” katanya.
Merespon hal itu, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Ellya Fardasah, memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis melalui Tim Keamanan Pangan.
Tim tersebut selama ini bertugas melakukan pengawasan mutu makanan yang beredar di wilayah Sumenep.
Ellya menjelaskan, tim dibekali perangkat sanitarian kit untuk menguji kualitas udara, air, hingga bahan pangan.
Dengan perlengkapan itu, pemeriksaan dapat dilakukan langsung di lapangan guna memastikan produk layak konsumsi.
Ia menambahkan, pengawasan keamanan pangan sejatinya merupakan program rutin yang berjalan sepanjang tahun.
Namun pada Ramadan kali ini, intensitasnya akan ditingkatkan untuk mengantisipasi meningkatnya distribusi takjil.
“Tim Keamanan Pangan sudah bekerja sejak lama. Pada Ramadan ini kami akan memaksimalkan pemantauan, baik terhadap takjil yang diperjualbelikan maupun yang dibagikan komunitas,” ucapnya.
Selain inspeksi langsung, dinas juga menggencarkan kampanye edukatif melalui pemasangan stiker serta penyebaran materi sosialisasi di fasilitas umum, puskesmas, dan sekolah.
Pemerintah daerah pun mengingatkan masyarakat agar lebih cermat memilih menu berbuka dan memastikan makanan yang dikonsumsi memenuhi standar kesehatan.
“Kami mengajak masyarakat mengonsumsi makanan sesuai standar kesehatan demi menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa,” ucap Ellya.***






