Scroll untuk baca artikel
Daerah

Makayasa Dapat Dukungan Bupati Sumenep, Target Serap 500 Tenaga Kerja dan Dorong IPM Lewat Industri Kretek

Avatar
38
×

Makayasa Dapat Dukungan Bupati Sumenep, Target Serap 500 Tenaga Kerja dan Dorong IPM Lewat Industri Kretek

Sebarkan artikel ini
DISAMBUT. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menerima kunjungan Owner Makayasa, H. Supriyadi, membahas sinergi industri dan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan IPM. (M.Hendra.E/MaduraPost)
DISAMBUT. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menerima kunjungan Owner Makayasa, H. Supriyadi, membahas sinergi industri dan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan IPM. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Industri rokok lokal merek Makayasa terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep.

Sabtu siang, Owner Makayasa, H. Supriyadi atau yang akrab disapa H. Adi, bersua dengan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk membahas peran sektor industri dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pertemuan strategis ini menjadi titik temu antara pelaku usaha dan pemimpin daerah dalam membangun sinergi jangka panjang demi kemajuan ekonomi lokal.

“Hari ini saya dengan bosnya Makayasa, H. Supriyadi. Saya sampaikan ke beliau bahwa setiap usaha itu pasti butuh proses, dan proses itu menuntut kesabaran. Tidak ada angka seratus sebelum angka nol,” ucap Bupati Fauzi dengan penuh semangat, Sabtu (12/7) siang.

Ia menyebut bahwa usia Makayasa yang masih tergolong muda, baru menginjak empat tahun adalah fase penting untuk terus belajar dan berinovasi.

Baca Juga :  Pilkades Serentak Kabupaten Probolinggo Selesai Digelar

Dalam konteks itulah, pemerintah daerah memberikan dukungan moril dan harapan besar kepada PT Mahaputera Nusantara selaku produsen rokok Makayasa.

“Saya doakan dengan kesabarannya, ketelitiannya, dan dengan menjiwai setiap proses yang dijalani, Makayasa bisa diterima luas oleh masyarakat. Harapan saya, perusahaan ini bisa menyerap tenaga kerja yang besar.”

Bupati Fauzi menekankan, semakin banyak masyarakat Sumenep yang terserap di dunia kerja, maka dampaknya akan sangat nyata terhadap peningkatan daya beli, penurunan angka pengangguran, hingga berkontribusi signifikan dalam menurunkan tingkat kemiskinan.

“Semakin banyak yang dipekerjakan, semakin bahagia saya sebagai Bupati. Karena artinya masyarakat saya punya ruang untuk bekerja. Tingkat pengangguran menurun, pendapatan per kapita naik, dan secara langsung akan menurunkan angka kemiskinan,” ujar orang nomor satu di Kabupaten Sumenep ini.

Baca Juga :  Kasus Ujaran Kebencian, Persatuan Alumni Minta Ketua PN Pamekasan Gelar Sidang Terbuka

Dalam kesempatan itu, Owner Makayasa, H. Adi, menyampaikan bahwa perusahaannya tidak sekadar bergerak di industri kretek biasa.

Melainkan, membawa inovasi teknologi, salah satunya melalui pengembangan TSG (Tempat Saring Ganda), filter inovatif hasil kolaborasi dengan peneliti dari Jerman.

“TSG Makayasa kami ciptakan sendiri bersama tim riset dari Jerman. Ini menjadi pembeda utama produk kami dengan rokok kretek pada umumnya,” terang H. Adi.

Dari sisi rasa, Makayasa telah mengembangkan tiga varian yang menyasar selera anak muda dan pasar premium.

Saat ini, pihaknya sedang memantapkan varian rasa apel sebagai bagian dari strategi penguatan pasar sebelum peluncuran produk anyar bertajuk Makayasa Eksklusif.

Tak hanya soal rasa dan teknologi, Makayasa juga tengah menyelesaikan pembangunan gudang baru dengan target penyerapan 500 tenaga kerja lokal. Ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menekan angka pengangguran di Sumenep.

Baca Juga :  Mengawal Program, Bincang dan Ngopi Santai DPC PWRI Bersama PC IPNU Sumenep

Sebagai perusahaan lokal yang berkembang pesat, Makayasa telah meraih berbagai penghargaan nasional, di antaranya dari CNN Indonesia, SMSI Award, serta Harian Memorandum.

Capaian ini membuktikan bahwa produk lokal asal Sumenep mampu bersaing di tingkat nasional dengan kualitas dan inovasi yang tidak kalah dari merek besar.

“Makayasa bukan hanya soal bisnis, tapi tentang komitmen membangun Sumenep. Dengan dukungan penuh Bapak Bupati, kami makin optimistis menjalani langkah ke depan,” tutur H. Adi penuh keyakinan.

Makayasa kini tak lagi sekadar merek lokal, melainkan simbol kemandirian ekonomi Madura, sekaligus bukti bahwa industri rokok pun bisa menjadi jalan keluar dari kemiskinan, jika dikelola dengan visi dan tanggung jawab sosial yang kuat.***