PAMEKASAN, MaduraPost – Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Pamekasan, menyebutkan bahwa mayoritas kegiatan Posyandu Desa di wilayah Kecamatan Waru, banyak yang janggal.
Penyebabnya, Pegiat LSM KPK Nusantara tersebut mengungkapkan jika nominal anggaran dengan realita kegiatan di bawah tidak sebanding. Sebagaimana data dilansir dari sid.kemendesa.go.id.
“Di Kecamatan Waru mayoritas desa menganggarkan kegiatan Posyandu hingga ratusan juta. Sementara faktanya di bawah tidak demikian,” ujarnya.
Hal tersebut diketahui dari fasilitas olahan makanan yang diberikan kepada balita dan lansia. Salah satu contohnya yang terjadi di Desa Tagangser Laok. Di sana pemerintah desa hanya menyalurkan olahan makan nutrijel dan telur puyuh.
“Dari angaran Rp 90 juta warga hanya dikasih Nutrijel dan telur puyuh sebagaimana hal tersebut jika dinominalkan hanya berkisar Rp 3 ribu,” ujarnya, Kamis (24/02).
Selain olahan Nutrijel dan beberapa butir telur puyuh pihak desa kadang hanya memberikan makanan biscuit renteng yang hanya seharga Rp 2 ribu. Bahkan kadang ada anak-anak yang sampai menangis meminta susu, namun pihak desa tetap mengabaikan permintaan tersebut
Fatholla berencana akan melakukan audiensi yang akan melibatkan sejumlah desa melalui Ikatan Kepala Desa, Camat, dan Puskesmas. Sehingga dapat diakurasi antara anggaran dan program yang dijalankan.
(mp/red)






