Scroll untuk baca artikel
Daerah

LSM Sebut Mayoritas Kegiatan Posyandu di Kecamatan Waru Janggal

Avatar
22
×

LSM Sebut Mayoritas Kegiatan Posyandu di Kecamatan Waru Janggal

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, MaduraPost – Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Pamekasan, menyebutkan bahwa mayoritas kegiatan Posyandu Desa di wilayah Kecamatan Waru, banyak yang janggal.

Penyebabnya, Pegiat LSM KPK Nusantara tersebut mengungkapkan jika nominal anggaran dengan realita kegiatan di bawah tidak sebanding. Sebagaimana data dilansir dari sid.kemendesa.go.id.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Di Kecamatan Waru mayoritas desa menganggarkan kegiatan Posyandu hingga ratusan juta. Sementara faktanya di bawah tidak demikian,” ujarnya.

Baca Juga :  9 Karyawan Positif dan 168 Reaktif, PT. Tanjung Odi Ditutup Sementara

Hal tersebut diketahui dari fasilitas olahan makanan yang diberikan kepada balita dan lansia. Salah satu contohnya yang terjadi di Desa Tagangser Laok. Di sana pemerintah desa hanya menyalurkan olahan makan nutrijel dan telur puyuh.

“Dari angaran Rp 90 juta warga hanya dikasih Nutrijel dan telur puyuh sebagaimana hal tersebut jika dinominalkan hanya berkisar Rp 3 ribu,” ujarnya, Kamis (24/02).

Baca Juga :  Meminimalisir AKI-AKB, Dinkes Pamekasan Imbau Faskes Edukasi Masyarakat

Selain olahan Nutrijel dan beberapa butir telur puyuh pihak desa kadang hanya memberikan makanan biscuit renteng yang hanya seharga Rp 2 ribu. Bahkan kadang ada anak-anak yang sampai menangis meminta susu, namun pihak desa tetap mengabaikan permintaan tersebut

Fatholla berencana akan melakukan audiensi yang akan melibatkan sejumlah desa melalui Ikatan Kepala Desa, Camat, dan Puskesmas. Sehingga dapat diakurasi antara anggaran dan program yang dijalankan.

Baca Juga :  12 Caleg DPRD Jawa Timur Dapil Madura yang Lolos ke Indrapura 1

(mp/red)