Scroll untuk baca artikel
Berita

Ilmu dan Perjuangan yang Abadi, Syaikhona Kholil Kini Pahlawan Nasional

Avatar
346
×

Ilmu dan Perjuangan yang Abadi, Syaikhona Kholil Kini Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini

BANGKALAN, MaduraPost – Rasa haru dan kebanggaan meliputi masyarakat Madura, khususnya warga Bangkalan. Ulama kharismatik yang menjadi guru para ulama Nusantara, Syaikhona Muhammad Kholil, resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Penganugerahan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas ilmu, perjuangan, dan dedikasi besar Syaikhona Kholil dalam membangkitkan semangat kebangsaan, menanamkan nilai-nilai keislaman, serta melahirkan generasi ulama dan santri pejuang melalui pendidikan pesantren.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Melalui pesantren yang beliau dirikan di Demangan, Bangkalan, Syaikhona Kholil mendidik ribuan santri dari berbagai penjuru Nusantara. Salah satu murid terkemukanya adalah KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Dari pesantren kecil di Bangkalan itu, lahirlah gelombang ulama pejuang yang kelak berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga :  Tantang Cuti, Ajak Kepala Daerah Ikut Kampanyekan Prabowo-Sandi

Cicit Syaikhona Kholil, H. Mohammad Nasih Aschal, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan atas penghargaan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Madura.

“Kami sekeluarga besar bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah atas penganugerahan ini. Gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Kholil adalah kebanggaan besar bagi kami dan masyarakat Madura. Ini bukan hanya penghargaan untuk keluarga, tetapi juga warisan spiritual bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Ra Nasih itu menegaskan, perjuangan Syaikhona Kholil bukan hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam membentuk karakter dan semangat nasionalisme umat melalui jalur pendidikan.

“Beliau mendidik banyak tokoh bangsa, termasuk KH. Hasyim Asy’ari yang kemudian mendirikan Nahdlatul Ulama. Gelar ini adalah pengakuan bahwa perjuangan ulama merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga :  Keluh Kesah Orang Tua Siswa Saat Masa Pandemi Covid-19

Ra Nasih juga menambahkan, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini diharapkan menjadi momentum untuk mengenang dan mempelajari kembali nilai-nilai perjuangan Syaikhona Kholil.

“Alhamdulillah, hari ini telah diresmikan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional. Kita bersyukur setelah sekian lama perjuangan ini akhirnya menuai hasil. Yang lebih penting, semoga semakin banyak orang mengenal sejarah perjuangan beliau, terutama kontribusinya dalam dunia pendidikan,” tuturnya.

“Ini kabar gembira bukan hanya bagi masyarakat Madura, tetapi juga bagi seluruh elemen bangsa, karena Syaikhona Kholil telah mencatat sejarah besar dalam peradaban Islam dan perjuangan negeri ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Fakultas Hukum UTM Bangkalan Lakukukan Magang di Pengadilan Negeri Pamekasan

Lahir di Bangkalan sekitar tahun 1820, Syaikhona Kholil dikenal sebagai ulama ahli fikih, tasawuf, dan tokoh spiritual bangsa yang mengajarkan pentingnya cinta tanah air sebagai bagian dari iman. Dengan pendekatan dakwah dan pendidikan, beliau menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah penjajahan, membentuk generasi santri yang berani, berilmu, dan berakhlak.

Kini, dengan gelar Pahlawan Nasional, nama Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan diabadikan dalam sejarah Indonesia sebagai ulama pejuang yang berjuang dengan ilmu, keikhlasan, dan ketulusan hati untuk agama dan bangsa.

Penganugerahan ini bukan hanya penghormatan atas jasa beliau, tetapi juga pengingat bagi generasi muda bahwa ilmu dan perjuangan yang tulus tak pernah lekang oleh waktu.