PAMEKASAN, MaduraPost – Musim kemarau panjang dan cuaca panas yang melanda wilayah Madura menyebabkan kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Puluhan desa di Kabupaten Pamekasan dan Sampang harus beli air tangki untuk keperluan mandi dan minum.
Menyikapi hal tersebut diatas, Ikatan Keluarga Besar Alumni dan Simpatisan (Ikbas) Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen mengajak masyarakat Pamekasan untuk menggelar Sholat Istisqa’ yang akan digelar di Lapangan Garuda, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.
Himbauan Sholat Istisqa’ tersebut datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, RKH Mohammad Mudatstsir Badaruddin yang juga sebagai wakil Rais Syuriyah PBNU.
Berdasarkan informasi yang diterima Madurapost, Sholat Istisqa’ bersama RKH Mudatstir Baddruddin akan dilaksanakan hari Jum’at (20/10/23) Pukul 06.00 WIB di Lapangan Garuda Palengaan.
Menurut Plt Sekretaris MPP Ikbas, Ust Bahrur Rosy, Bahwa ajakan sholat Istisqa’ tidak hanya kepada pengurus Ikbas tingkat kecamatan dan desa, tapi juga untuk semua ummat Islam khususnya yang ada di Madura.
“Kita berharap agar Madura dan Khususnya Pamekasan segera turun hujan,” Kata Bahrul, Kamis (19/10/23).
Sebagaimana diketahui, Sholat Istisqa’ adalah shalat Sunnah muakkadah (Sangat dianjurkan) yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.
Salat istisqa’ telah dipraktikkan di zaman Rasulullah Saw. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. disebutkan
خرج النبي صلى الله عليه وسلم يوماً يستسقي فصلى بنا ركعتين بلا أذان ولا إقامة ثم خطبنا ودعا الله عز وجل وحول وجهه نحو القبلة رافعاً يديه ثم قلب ردائه فجعل الأيمن الأيسر والأيسر الأيمن
Artinya: Nabi Muhammad Saw keluar rumah pada suatu hari untuk memohon diturunkan hujan, lalu beliau salat dua rekaat bersama kita tanpa azdan dan iqamat, kemudian beliau berdiri untuk khutbah dan memanjatkan doa kepada Allah Swt dan seketika itu beliau mengalihkan wajahnya (dari semula menghadap ke arah hadirin) menghadap ke kiblat serta mengangkat kedua tangannya, serta membalikkan selendang sorbannya, dari pundak kanan ke pundak kiri, begitupun ujung sorbannya (HR. Imam Ahmad).






