Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Hendak Memperbaiki Pompa Air, Seorang Pria di Pamekasan Tewas Kesetrum

27
×

Hendak Memperbaiki Pompa Air, Seorang Pria di Pamekasan Tewas Kesetrum

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, MaduraPost – Seorang pria di Kabupaten Pamekasan terkapar tewas di sawah belakang rumahnya. Pemicunya akibat kesetrum kabel yang bermuatan listrik. Ia adalah Mohammad Fakih 50 tahun, warga Dusun Mondung, Desa Dasuk, Kecamatan Pademawu.

Kapolsek Pademawu AKP Suryono mengatakan, Fakih kesetrum bermula saat dirinya hendak ingin memperbaiki kabel pompa air yang putus. Sebelum diperbaiki, colokan kabel yang berada di rumahnya sudah terlebih dahulu dicabut.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  PC PMII Sumenep Menggelar Harlah Ditengah Covid-19 Dengan Berbagi Sembako

Namun saat Fakih berlangsung menyetel kabel, anaknya Nur Aini tidak sadar jika ayahnya tengah memperbaiki pompa air. Ia pun langsung memasang colokan dan mengakibatkan Fakih terkapar tewas.

Pertama Fakih meninggal ditemukan istrinya Murtafiah. Kondisi tubuh korban lemas terkapar di sawah belakang rumahnya sekitar pukul 05.45 WIB, pada 2 Januari 2020.

“Saat itu, Nur Aini berniat sedang ingin mencuci pakaiannya yang kotor. Di waktu yang bersamaan tiba-tiba terdengar suara teriakan yang cukup lantang dari belakang rumahnya,” kata AKP Suryono.

Baca Juga :  HMI dan DPRD Pamekasan Kompak Tolak Kenaikan Harga BBM

Setelah disamperin oleh Murtafiah ternyata teriakan lantang itu diucap suaminya sendiri yang sedang memperbaiki pompa air. Lalu ia meminta pertolongan warga dan tetangga untuk membawa Fakih ke rumah sakit.

“Korban saat ditemukan lemas terkapar di sawahnya langsung dilarikan ke RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan. Namun nahas, setiba di rumah sakit, Fakih tidak tertolong alias sudah meninggal dunia,” tuturnya.

Baca Juga :  Rombongan Mahasiswa UIM Madura Kecelakaan, 1 Mahasiswa Meninggal Dunia

Lebih lanjut, ia menegaskan, sementara dugaan dari peristiwa ini karena kecelakaan sendiri yang tidak disengaja. Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara, polisi meminta keterangan kepada warga di sekitar korban dan menyaksikan jika peristiwa itu tidak ada unsur kesengajaaan. (mp/red/rus)