Scroll untuk baca artikel
Berita

Festival Ojhung Sumenep Digelar 17 Mei 2025, Disbudporapar Pastikan Persiapan Matang

Avatar
94
×

Festival Ojhung Sumenep Digelar 17 Mei 2025, Disbudporapar Pastikan Persiapan Matang

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA. Potret Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, saat ditemui Linkking di ruang kerjanya. (M.Hendra.E/MaduraPost)
WAWANCARA. Potret Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, saat ditemui Linkking di ruang kerjanya. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Festival Ojhung, salah satu tradisi khas masyarakat Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipastikan akan digelar pada 17 Mei 2025 mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Iksan menyampaikan, bahwa jadwal pelaksanaan festival tersebut semula direncanakan pada 20 April, namun mengalami penyesuaian setelah dilakukan rapat bersama tokoh masyarakat dan Komunitas Ojhung.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Rencana awal memang 20 April, tapi setelah berdiskusi dengan tokoh masyarakat dan Komunitas Ojhung, kami minta penjadwalan ulang dan akhirnya diputuskan tanggal 17 Mei 2025,” ujar Iksan saat ditemui MaduraPost di kantornya, Jumat (11/4) siang.

Baca Juga :  DLH Sumenep Sediakan Tong Sampah Khusus Sampah Masker

Ia menegaskan, persiapan awal sudah dilakukan dan akan dilanjutkan dengan rapat lanjutan yang dijadwalkan pada 4 Mei di Kecamatan Batuputih.

Rapat tersebut akan membahas secara detail seluruh aspek pelaksanaan festival, mulai dari teknis hingga keselamatan.

“Kami tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, karena ini menyangkut tradisi. Jadi, persiapannya harus benar-benar matang,” tambahnya.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Sumenep Soroti Sarana dan Prasarana Olahraga Hingga Reward Para Atlet

Menurut Iksan, salah satu tokoh masyarakat setempat, H. Hosen, juga telah berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan festival dan telah mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis di lapangan.

Festival Ojhung akan tetap mempertahankan format seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni dengan membagi peserta dalam dua tim, masing-masing terdiri dari lima orang. Proses rekrutmen pemain akan difasilitasi oleh tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Loyalis Cak Fauzi Jatim Sebut Ada Provokator Dalam Kericuhan Musik Tong-tong di Sumenep

“Kalau belajar dari tahun lalu, ada catatan penting soal sound system yang kurang maksimal. Tahun ini, kami pastikan tidak terulang. Persiapan kali ini jauh lebih panjang dan terstruktur,” tutup Iksan optimis.***