Scroll untuk baca artikel
Politik

Fattah Jasin di Pilkada Pamekasan, Potensi dan Tantangan Seorang Petahana

Avatar
45
×

Fattah Jasin di Pilkada Pamekasan, Potensi dan Tantangan Seorang Petahana

Sebarkan artikel ini
Fattah Jasin yang akrab disapa Gus Acing rekam jejaknya dalam dunia politik menarik perhatian banyak kalangan termasuk dalam bursa Pilkada Pamekasan 2024. (MaduraPost/tribun)

PAMEKASAN, MaduraPost – Dalam persaingan sengit Pilkada Pamekasan 2024, Fattah Jasin, yang akrab disapa Gus Acing, muncul sebagai calon petahana yang tidak bisa dianggap enteng.

Meskipun hanya menjabat sebagai Wakil Bupati PAW selama 16 bulan, namun rekam jejaknya dalam dunia politik menarik perhatian banyak kalangan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Salah satu kelebihan yang melekat pada sosok Gus Acing adalah emosional yang kuat, yang memungkinkannya untuk membangun hubungan yang solid dengan berbagai tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Kampanye Terselubung PPK Pakong Dalam Acara Karnaval HUT RI ke-79

Pengalaman sebelumnya sebagai Kepala Bakorwil IV Pamekasan dan Pj Bupati Pamekasan membuktikan kemampuannya dalam menjalin komunikasi yang efektif dengan masyarakat.

Namun demikian, kekurangan yang melekat pada Gus Acing adalah citranya sebagai tokoh politisi kutu loncat. Partisipasinya dalam Pilkada Sumenep 2020, meskipun tidak berhasil, menimbulkan keraguan di kalangan sebagian masyarakat.

Kelebihan lainnya adalah kedekatannya dengan Baddrut Tamam, yang dianggap sebagai kepanjangan tangan sang petahana. Hal ini memberinya peluang besar untuk maju dalam Pilkada 2024.

Baca Juga :  Peringati Sumpah Pemuda, BM PAN Dorong Anak Muda Aktif di Dunia Politik

Namun, kelemahannya terletak pada kurangnya upaya dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat selama menjabat sebagai Wakil Bupati PAW, yang bisa menjadi celah bagi lawan politiknya.

Dengan demikian, sementara Fattah Jasin mewakili harapan bagi sebagian masyarakat Pamekasan, namun tantangan besar menanti di depannya dalam mengatasi citra sebagai politisi yang sering berpindah-pindah serta meningkatkan kualitas hubungan dengan masyarakat.***

Baca Juga :  DPC Projo Sampang: Penundaan Pilkades Pada 2025 Dianggap Keputusan Realistis