Scroll untuk baca artikel
Politik

Duet PPP dan PDIP di Pilkada Pamekasan 2024 Berpotensi Kalah dan Dikutuk Ulama

Avatar
32
×

Duet PPP dan PDIP di Pilkada Pamekasan 2024 Berpotensi Kalah dan Dikutuk Ulama

Sebarkan artikel ini
Achmad Baidowi Politisi PPP dan Logo PDI Perjuangan. (Ilustrasi Madurapost.net)

PAMEKASAN, MaduraPost – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sebagai Partai politik pemenang Pemilu 2024 di Kabupaten Pamekasan telah memilih kader terbaiknya Achmad Baidowi untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Pamekasan di Pilkada Serentak 2024.

Achmad Baidowi akan maju sebagai Bakal Calon Bupati Pamekasan di Pilkada 2024 setelah mendapat dukungan dari tiga partai politik yaitu PPP, PAN dan PDIP.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Berdasarkan informasi yang beredar di Masyarakat, Achmad Baidowi akan maju sebagai Bakal Calon Bupati Pamekasan berpasangan dengan Ach Taufadi yang merupakan Kader PDIP.

Baca Juga :  Romo Syafi’i Bawa Pesan Prabowo Subianto Untuk Masyarakat Madura

Menurut Sulaisi Abdurrazaq dalam akun sosialnya mengatakan bahwa duet Achmad Baidowi dengan Kader PDIP di Pilkada Pamekasan akan berpotensi melahirkan kutukan ulama dan kekalahan bagi Acmad Baidowi.

“Jika PPP memaksakan diri berkohabitasi atau kawin paksa dengan Kader kepala banteng di Pamekasan, maka potensial PPP akan dikutuk oleh kiai, oleh ummat, oleh konstituennya sendiri,” Kata Suliasi dalam akun tiktok @sulaisi_abdurrazaq

Baca Juga :  PKS Pamekasan Jaga Ketat 5 Kursi Demi Raih 8 Kursi di Pileg 2024

Karena menurut sulaisi, Kiblat perjuangan PPP sangat ditentukan oleh fatwa dan arahan dari para ulama, maka apabila dalam Pilkada Pamekasan PPP memaksakan diri berduet dengan kader PDIP, maka kiblat PPP beralih dari ulama ke Kepala Banteng.

Hal ini yang menurut Sulaisi akan berpotensi menyebabkan kekalahan Achmad Baidowi di Pilkada Pamekasan.

Baca Juga :  16 Parpol Ikuti Deklarasi Damai Pilkada 2020, Ini Kata Wabup Sumenep

“Tidak pernah ada satu kalipun sejarah Kepala Banteng bisa mendongak di Kabupaten Pamekasan, Sampai saat ini,” Lanjutnya.

Duet PPP dengan Kader PDIP di Kabupaten Pamekasan menurut sulaisi bukan lagi karena kepentingan Ummat, melaikan karen Faktor X yang bisa menyebabkan arah perjuangan PPP tidak sejalan dengan kepentingan Ulama.