Scroll untuk baca artikel
Berita

Disbudporapar Sumenep Beri Kenyamanan, Pengunjung Bisa Gunakan QRIS Saat Berwisata

Avatar
54
×

Disbudporapar Sumenep Beri Kenyamanan, Pengunjung Bisa Gunakan QRIS Saat Berwisata

Sebarkan artikel ini
PROFIL. Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, saat menghadiri sebuah acara beberapa waktu lalu. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus membenahi pelayanan dan kenyamanan pengunjung.

Buktinya, saat ini Disbudporapar Sumenep telah menggunakan QR-Code Indonesian Standard (QRIS) saat melakukan pemungutan retribusi di tempat wisata maupun sewa fasilitas olahraga.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan menyampaikan, penerapan digitalisasi begitu penting dalam mempermudah pengunjung.

Baca Juga :  Inilah Penampakan Tugu Keris Baru di Sumenep yang Telan Anggaran Rp199 Juta

Terutama, kata Iksan, saat melakukan pembayaran tiket di tempat wisata dan sewa fasilitas olahraga. Sehingga, lebih cepat dan efisien.

”Para pengunjung dan penyewa yang tidak membawa uang tunai bisa langsung menggunakan QRIS,” kata Iksan dalam keterangannya belum lama ini, Minggu (2/6).

Iksan menilai, penggunaan QRIS membuktikan bahwa Pemkab Sumenep terus melakukan inovasi dari segala sektor.

Baca Juga :  Pemdes Tamberu Barat Salurkan BLT-DD Tahap Keempat pada 91 KPM

”Meski kami berada di kabupaten paling timur di Pulau Madura, tapi kami sudah merambah ke sistem digital,” ujar Iksan.

Pihaknya menjelaskan, bahwa dengan adanya QRIS, Disbudporapar dapat memonitoring dan mengetahui capaian PAD setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, bahkan setiap tahun.

”Ini demi mempermudah kami untuk memonitor capaian PAD di sektor pariwisata maupun penyewaan fasilitas olahraga,” tutur Iksan.

Baca Juga :  Pemkab Sampang Menggelar Upacara Hari Pahlawan, Berikut Pesan Wakil Bupati, H.Abdullah Hidayat

Menurut Iksan, sistem digital tersebut terwujud berkat kerja sama antara Pemkab dengan Bank Jatim.

”Karena tidak semua wisatawan memiliki M-banking, kami juga menyediakan petugas untuk melayani pembayaran secara tunai. Kami juga melakukan sosialisasi agar warga terbiasa membayar secara nontunai,” tandasnya.***