Dinkes dan KB Sumenep Upayakan tak Ada Varian Baru Covid-19

  • Bagikan
LUGAS: Agus Mulyono, Kepala Dinkes dan KB Kabupaten Sumenep. (foto: MaduraPost/M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Kasus Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diklaim nol persen. Jumat, 14 Januari 2022.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Sumenep, Agus Mulyono menerangkan, perkembangan kasus Covid-19 di Sumenep sudah tidak adat alias nol persen.

Data yang dihimpun Dinkes dan KB Sumenep menyebutkan, Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget dan Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) dr. H. Moh. Anwar tercatat tidak memiliki pasien terjangkit Covid-19.

“Bahkan di Puskesmas juga tidak ada,” kata Agus menyebutkan, Jumat (14/1).

Meski begitu, upaya pemerintah setempat terus melakukan langkah terbaik agar tidak ada lagi varian baru tentang Covid-19. Diantaranya tritmen (menjaga diri) dan rumah isolasi darurat.

BACA JUGA :  Pemkab Sumenep Fasilitasi Swab Rapid Antigen Gratis Bagi Santri yang Akan Kembali ke Ponpes

Pihaknya berharap, masyarakat Sumenep yang baru pulang dari luar Negeri tidak terjangkit virus varian baru tersebut. Seperti Delta dan Omicron.

“Mudahan-mudahan tidak ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang membawa virus Omicron atau Delta,” kata Agus penuh harap.

Sementara itu, data rilis Jawa timur menyebutkan, untuk umum dosis vaksinasi satu di Kabupaten Sumenep sudah mencapai 53,40 persen,

Artinya, telah mencapai di atas target menuju 50 persen. Kemudian dosis kedua mencapai 28,18 persen. Meliputi sasaran vaksinasi bagi lansia 48,48 persen.

BACA JUGA :  Jurnalis Sumenep Ikuti UKW yang Digelar SKK Migas-KEI Gandeng LKBN Antara

Saat ini, Kabupaten Sumenep berada pada posisi level 2 sebaran Covid-19. Pihaknya mengaku, akan terus meningkatkan proses vaksinasi hingga bisa menuju level 1.

“4 hari lalu masih level 3, tapi dengan capaian vaksinasi ini lebih dari target yang sudah ada, alhamdulillah,” kata Agus bersyukur.

Terhitung, progresif pada bulan September 2021 lalu, proses vaksinasi mencapai 20 persen lebih. Disusul pada awal bulan Januari 2022 mencapai 53,40 persen.

Menurutnya, pencegahan dan percepatan vaksinasi merupakan upaya memutus mata rantai penularan Covid-19.

BACA JUGA :  Kowar-kowar Bahas Covid-19, Wartawan Pamekasan Ogah Ikuti Rapid Test

Mengacu pada Intruksi Kementerian Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 1 tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, 4 dan 1 Covid-19 Jawa Bali, terhitung sejak tanggal 3 Januari 2022.

Karena itulah, perlu adanya analisis dan evaluasi serta memberikan penghargaan kepada beberapa kecamatan yang berhasil meningkatkan proses vaksinasi.

Hal itu guna mendorong capaian vaksinasi Covid-19 khusus di kecamatan dan desa yang sudah lebih 50 Persen.

“Makanya kami undang Kepala Desa (Kades) dan beberapa pihak kecamatan,” kata Agus lebih lanjut.

  • Bagikan