Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Dihadapan Menteri LHK, Anggota DPR RI Slamet Ariyadi Bicara Sampah di Pesantren

Avatar
×

Dihadapan Menteri LHK, Anggota DPR RI Slamet Ariyadi Bicara Sampah di Pesantren

Sebarkan artikel ini
Slamet Ariyadi, Anggota Komisi IV DPR RI saat Raker dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

NASIONAL, MaduraPost – Pentingnya pengelolaan sampah di lembaga Pondok Pesantren menjadi salah satu pembahasan penting yang disampaikan Slamet Ariyadi pada saat Raker komisi IV DPR RI dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia. Rabu, (23/06/2021).

Sebagai alumni Pondok Pesantren di Madura, Slamet meminta Dirjen pengelolaan Sampah, limbah dan bahan beracun untuk melakukan sosialisasi pengelolaan sampah ke lembaga Pondok Pesantren.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  SILPA APBD Sampang 2019 Tembus Rp151 Miliar

Dengan anggaran sebesar Rp 394 Miliar yang dikelola Dirjen Pengelolaan Sampah, Slamet berharap agar Pondok Pesantren menjadi sasaran utama cara pengelolaan sampah dan memanfaatkan sampah menjadi hal yang berguna.

“Sebagai santri, saya ingin pesantren juga masuk dalam konsen program KLHK, Terutama yang berkaitan dengan program pengelolahan sampah,” Kata Slamet. Rabu (23/06/2021).

Baca Juga :  Oknum Polisi Diduga Lakukan Hubungan Sesama Jenis Heboh di Sosmed

Secara detail Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Dapil Jatim XI Madura, Slamet Ariyadi menyampaikan bahwa banyak lembaga Pondok Pesantren di Madura yang hingga saat ini belum bisa memanfaatkan sampah yang ada di pesantren menjadi sesuatu yang berguna.

Bahkan, minimnya sarana dan prasarana di lembaga Pondok pesantren menjadikan sampah sebagai persoalan yang tak kunjung diselesaikan. sehingga hal ini juga harus menjadi perhatian dari kementerian lingkungan hidup Republik Indonesia.

Baca Juga :  Kunjungi Sumenep, KSAL Laksdya Muhammad Ali Dinobatkan Sebagai Bapak Asuh Anak Stunting

“Saya ingin santri di Pondok Pesantren masuk dalam program kementerian tentang bagaimana cara mengelola sampah menjadi bermanfaat. Tentunya dengan dukungan anggaran dari pemerintah,” Tutur Slamet.