Demo Mahasiswa, BKPSDM Sumenep Sebut Camat Batang-Batang Telah Memundurkan Diri

  • Bagikan
AKSI DEMONSTRASI : mahasiswa dan pemuda saat menggelar aksi demonstrasi ke Kantor Pemkab Sumenep. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Sejumlah mahasiswa dan pemuda gelar aksi demonstrasi ke Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Senin, (23/8/2021) siang.

Mereka menuntut agar Camat Batang-Batang, Joko Suwarno, segera hengkang dari jabatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) alias jabatannya menjadi seorang Camat. Bahkan dengan geram, mahasiswa ini meminta agar Camat Joko Suwarno segera hengkang dari muka bumi ini.

“Apa yang diucapkan seorang Camat Batang-Batang itu sudah tidak memiliki moral seorang pejabat,” teriak orator aksi, Nur Mohammad, Senin (23/8).

Diketahui, sebelumnya Camat Batang-Batang mengintruksikan semua Kepala Desa (Kades) untuk mencuri sapi milik warg jika menolak divaksin. Pernyataan Camat Joko Suwarno itu viral di media sosial (Medsos) Facebook dan grup-grup WhatsApp. Camat Joko Suwarno menjadi viral lantaran perkataannya itu mengaku disuruh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

BACA JUGA :  Copet di Sumenep Menyerahkan Diri Setelah Merasa Salah

Sebab itu, para mahasiswa dan pemuda ini menuntut agar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, memberikan sanksi tegas pada Camat tersebut. Hanya saja, satu jam lebih mahasiswa dan pemuda berorasi di depan Kantor Pemkab Sumenep hanya ditemui oleh Asisten III Pemkab, Agus Dwi Saputra, dan Kepala Badan Kepegawaian Pengambangan dan Sumber daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Abd. Madjid.

BACA JUGA :  Pelukan Mesra Bupati Sampang Bikin Buyar Peserta Aksi yang Menunggu Hingga Larut Malam

Sayangnya, dalam kesempatan diskusi terbuka tersebut, mahasiswa berdebat alot, hingga akhirnya kedua pejabat Pemkab Sumenep itu memilih pergi dari kerumunan massa aksi.

Kepala BKPSDM Sumenep, Abd. Madjid mengungkapkan, jika sebenarnya usai Camat Batang-Batang dilakukan pemanggilan oleh Inspektorat dan BKPSDM setempat, Joko Suwarno memilih untuk memundurkan diri.

“Jadi sebenernya, usai dipanggil beberapa waktu lalu, Camat Batang-Batang ini memundurkan diri,” ungkapnya, pada awak media.

Kendati begitu, mahasiswa masih merasa tidak puas atas pengakuan Madjid. Pasalnya, Bupati Fauzi yang tak hadir dalam kesempatan itu dituding oleh mahasiswa telah mengeluarkan tangan besinya untuk mengintruksikan bawahannya.

BACA JUGA :  Remaja Sokobanah Laok Tewas Tenggelam di Embung Tlambah Sampang

“Jadi apa kapasitas Asisten III ini menyampaikan perihal persoalan Camat Batang-Batang. Dia tidak ada hubungannya. Kami meminta Bupati yang menjelaskan, bukan malah anak buahnya,” tegas Nur.

Tak terima atas bantahan mahasiswa pada dirinya, Agus mengaku telah mendapat perintah Bupati untuk mendatangi massa aksi.

“Bupati tidak ada di Kantornya, jadi dia memerintahkan saya. Mahasiswa kan mau kejelasan terkait persoalan Camat Batang-Batang. Makanya, akan kami jelaskan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, sejumlah pendemo masih bertahan di Kantor Pemkab Sumenep. Mereka ngotot ingin bertemu Bupati Fauzi. Pendemo juga dikawal ketat oleh aparat kepolisian.

  • Bagikan