Scroll untuk baca artikel
Umum

Cegah Informasi Hoax, AJI Surabaya Gelar Pelatihan Cek Fakta untuk Jurnalis

Avatar
59
×

Cegah Informasi Hoax, AJI Surabaya Gelar Pelatihan Cek Fakta untuk Jurnalis

Sebarkan artikel ini
Para Peserta Antusias Mengikuti Kegiatan Cek Fakta yang digelar oleh AJI Surabaya ( Foto : Imron Muslim/MaduraPost)

SAMPANG, MaduraPost – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya menggelar pelatihan cek fakta untuk jurnalis di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Pelatihan tersebut digelar di kampus Politeknik Negeri Madura (Poltera) selama dua hari, Sabtu-Minggu (28-29/5/2022).

Sekretaris AJI Surabaya Andre Yuris mengatakan, pelatihan cek fakta merupakan bagian dari ikhtiar AJI untuk mendorong jurnalis lokal terlibat menekan disinformasi dan misinformasi. AJI Indonesia bekerjasama dengan google news initiative dalam menggelar kegiatan tersebut.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Lanjutan Proses Hukum Pemotongan Bantuan PKH, Penyidik Datangi Rumah Warga di Sokobanah Daya

Sebanyak 15 jurnalis dari berbagai media terlibat aktif dalam pelatihan tersebut. Selain itu, jurnalis kampus juga turut serta.

“Ini bagian dari ikhtiar AJI dalam mendorong jurnalis lokal untuk terlibat dalam cek fakta. Harapannya, nanti di Media masing-masing nantinya ada kanal khusus untuk cek fakta,” ujarnya.

Andre mengutarakan, di tengah kemajuan teknologi informasi, masyarakat dihadapkan dengan surplus dan defisit informasi terjadi dimana-mana. Akibatnya muncul disinformasi dan misinformasi yang melahirkan hoax.

Baca Juga :  Omset Miliaran, Sejumlah Kecamatan di Pamekasan jadi Corong Rokok Ilegal

Menurutnya, jurnalis bertanggung jawab untuk mencegah dan memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk pers kampus. Karena pers menjadi bagian penting dalam edukasi publik.

“Tanpa informasi berkualitas dari jurnalis, publik mengonsumsi informasi yang tidak berkualitas” ujarnya.

Ada sembilan materi yang diajarkan dalam training tersebut. Yakni, Landscape hoaks di dunia dan peran media serta praktek membuat hoax
.

Kemudian, Anatomi Hoaks
, menelusuri konten asli dan analisis sumber
, Audit Media Sosial
, dan Verifikasi Lokasi. Selain itu, ada materi yeknik pencarian di Google, digital Hygiene
, dan etika Pengecekan Fakta
.

Baca Juga :  Agenda Rutin, Bupati Sumenep Sambut HUT ke-79 Kemerdekaan RI dengan Serangkaian Lomba

Training ini mendapat apresiasi dari peserta. Diantaranya, Robiatul Adawiyah Jurnalis Poltera. Dia menilai, training ini sangat membantu dalam mencari informasi yang benar atau sesuai fakta.

“Kegiatan ini sesuai dengan keadaan di era seperti sekarang, dimana banyak orang yang mudah tertipu dengan isu-isu hoax,” tuturnya.