Baru Seumur Jagung, Proyek Rehabilitasi Jembatan di Desa Rombuh Palengaan Sudah Rusak

Avatar
Kondisi jembata di desa klompang rombuh,desa rombuh kecamatan palengaan tampak sudah terlihat rusak setelah proyek rehabilitasi

PAMEKASAN, Madurapost.co.id – Tidak sedikit pemerintah mengeluarkan anggaran dana terutama untuk pembangunan di pelosok desa yang bertujuan agar masyarakat pelosok desa juga bisa menikmati fungsi dan janji pemerintah terkait pembangunan merata di seluruh Indonesia.

Namun niat baik pemerintah tersebut seperti disalahgunakan oleh beberapa oknum pelaksana proyek untuk sekedar lahan mencari untuk yang lebih banyak.

BACA JUGA :  Terkait Kecelakaan Maut di Sokobanah Sampang, Polisi Sudah Tetapkan Tersangka

Seperti halnya pada proyek Rehabilitasi Jembatan yang bertempat di Dusun Klompang Rombuh Desa Rombuh Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan, jum’at (28/06/2919)

Pasalnya proyek jembatan yang menurut kesaksian warga masih baru tersebut sudah amburadul dan tidak berwujud layaknya jembatan.

“ini jembatannya masih baru pak. Kalau seingat saya masih sekitar 4 – 5 bulanan pak,” jelas warga setempat.

Dilihat dari kondisi sekarang jembatan tersebut sudah bergelombang. Warga yang tau dari awal rehabilitasi membuka secara gamblang proses rehabilitasi jembatan tersebut.

BACA JUGA :  Tukang Parkir Alun-alun Kota Mojokerto ditemukan Tewas dibawah Pohon

“ini besinya masih menggunakan besi bekas jembatan yang lama pak, dan dibawahnya tidak di cor hanya di pasang biasa. Yang di cor itu pelintasan jembatannya pak namun besinya kecil pak dan adonan semennya kurang kuat keras,” rincinya.

“jadi saat TPT ini mulai roboh, jembatan yang diatasnya ikut terseret dan akhirnya membentuk gundukan di tengah. Sementara besi penyangganya sudah terplintir,” ungkapnya.

Warga sekitar khawatir kalau jembatan sebagai penghubung ini tidak lekas di perbaiki, takut sampai ada korban jiwa.

BACA JUGA :  Aktivis PMII Sebut Ada Isu Liar Dugaan Jual Beli Jabatan di Bawah Naungan Disdik Sumenep

“umur gak ada yang tahu pak, tapi kalau jatuh dari jembatan yang rusak karena pekerjaannya asal – asalan itu sama saja pemerintah yang sengaja mencelakai warga,” punkasnya.

Sampai berita ini di turunkan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Pamekasan tidak bisa dihubungi, baik lewat telepon ataupun pesan singkat ( Whatsapp ) untuk dimintai keterangan dan penjelasannya.(mp/can/rul)