Scroll untuk baca artikel
DaerahEkonomi & BisnisHeadline

Pandemi Covid-19 dan Krisis Ekonomi, Begini Kata Ketua Kadin Sumenep

32
×

Pandemi Covid-19 dan Krisis Ekonomi, Begini Kata Ketua Kadin Sumenep

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MaduraPost – Sejak pandemi virus corona atau covid-19 mewabah di Indonesia, membuat sebagian jumlah pertumbuhan sektor ekonomi lumpuh. Hal itu juga dirasakan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang baru ditetapkan sebagai zona merah pertengahan bulan April lalu.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep, Hairul Anwar, menyebutkan, bahwa penurunan ekonomi tersebut dapat dilihat melalui minimnya pasokan yang ada, ditambah terhambatnya distribusi barang dan jasa.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Apalagi saat ini pendapatan masyarakat yang semakin menurun akibat pandemi ini. Hal ini merupakan indikator bahwa ekonomi kita semakin menurun. Ditambah dengan adanya para pekerja migran yang sudah kembali ke kampungnya masing-masing lantaran sudah tidak dapat pekerjaan lagi, baik di dalam maupun di luar negeri, tentu semakin membuat pertumbuhan ekonomi ini berbanding lurus dengan peningkatan angka kemiskinan,” katanya, Senin (04/05/2020).

Baca Juga :  Bupati Sumenep Beserta Istri Positif Covid-19, Begini Kondisinya Sekarang

Selain itu, kata Hairul, pemerintah setempat perlu melakukan pendataan yang benar, seperti melihat angka kemiskinan yang bertambah akibat pandemi, agar segera mengambil kebijakan.

“Dari data-data itu, nantinya pemerintah bisa mengambil kebijakan yang bisa membantu masyarakat, bagaimanapun dampak dari pandemi covid-19 ini tidak hanya dirasakan oleh Sumenep, melainkan seluruh dunia ikut terdampak,” paparnya.

Baca Juga :  Myze Hotel Sumenep dan Wardah Kolaborasi Temukan Pesona Warna Diri Lewat Personal Color Analysis

Menurut dia, setiap daerah bahkan negara, dalam mengahadapi pandemi ini tentu berbeda-beda, hal itu disebabkan adanya letalitas sebuah negara, sehingga negara tersebut mampu melakukan mitigasi yang terarah.

“Mitigasi seperti ini memerlukan biaya yang sangat besar, dan kalau ditanggung pemerintah sendirian jelas tidak akan mampu, sebab kemampuan pemerintah kita terbatas,” tegasnya.

Sementara itu, Hairul juga menerangkan, apabila langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sendiri dalam menghadapi pandemi covid-19 lebih mengutamakan protokol kesehatan.

Akibatnya, setelah mempersiapkan mitigasi dari efek wabah covid-19 tentu terjadi pada sektor ekonomi, yakni krisis.

Baca Juga :  DPD Pemuda LIRA Ungkap Dugaan Kerugian Negara Dalam Realisasi Dana Desa Tahap Dua Desa Lebbek Kecamatan Pakong

“Harus siapkan dulu mitigasinya, bagaimana caranya memutar pertumbuhan ekonomi, terutama ketersediaan pangan. Mampu tidak pemerintah kita memenuhi kebutuhan pangan untuk 1,4 juta penduduk kita,” ucapnya.

Namun, hal itu tidak hanya menjadi tugas pemerintah pusat, melainkan tugas pemerintah daerah. Apalagi, jika sampai kirisis pangan tersebut berakhir menjadi krisis sosial.

“Untuk kesiapan Pemkab dalam menghadapi krisis ini, jika sampai berlangsung selama empat atau enam bulan, maka Sumenep jelas tidak akan mampu. Sebab daya tahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kita, dipertaruhkan,” tandasnya. (Mp/al/rul)