SUMENEP, MaduraPost – Kabar baik menghampiri para santri yang berasal dari wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menegaskan dukungannya terhadap pendidikan keagamaan dengan menghadirkan layanan transportasi laut tanpa biaya bagi santri yang akan kembali menempuh pendidikan di pondok pesantren.
Fasilitas tersebut diberlakukan pada rute pelayaran Jangkar dan Kalianget, dua jalur utama yang selama ini menjadi urat nadi pergerakan masyarakat kepulauan menuju wilayah daratan.
Kebijakan ini termasuk dalam program unggulan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang diarahkan untuk meringankan beban masyarakat, terutama para santri beserta keluarganya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, H. Hosnan, memberikan apresiasi atas realisasi kebijakan tersebut.
Ia menilai, program ini bukan sekadar bantuan transportasi, tetapi juga wujud kepedulian nyata terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren di kawasan kepulauan.
“Program transportasi laut gratis ini adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kepulauan, khususnya para santri yang sedang menuntut ilmu,” kata H. Hosnan, Minggu (29/3).
Ia menjelaskan, selama ini ongkos perjalanan laut kerap menjadi persoalan tersendiri bagi wali santri.
Tidak sedikit keluarga yang harus menyediakan dana cukup besar demi memastikan anak-anak mereka bisa kembali ke pesantren.
“Tidak sedikit orang tua santri yang harus mengeluarkan biaya cukup besar hanya untuk ongkos perjalanan. Kebijakan ini tentu sangat membantu dan patut diapresiasi,” lanjutnya.
Lebih jauh, H. Hosnan menekankan pentingnya menjaga kesinambungan program tersebut agar manfaatnya tidak bersifat sementara, melainkan bisa dirasakan secara berkelanjutan.
“Kami di DPRD, khususnya Fraksi PDI Perjuangan, akan terus mendorong agar program seperti ini tetap berlanjut dan bahkan ditingkatkan,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat yang berasal dari wilayah kepulauan, ia berharap kebijakan ini mampu memacu motivasi belajar para santri sekaligus mengokohkan citra Sumenep sebagai daerah religius yang lekat dengan tradisi pesantren.
“Santri adalah aset masa depan daerah. Dengan kemudahan akses seperti ini, kita berharap mereka semakin fokus belajar dan kelak kembali membangun Sumenep,” pungkasnya.
Diketahui, program kapal gratis bagi santri ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat kepulauan, sekaligus memperlihatkan komitmen kuat Kabupaten Sumenep dalam mendukung sektor pendidikan dan peningkatan kesejahteraan warganya.***






