PAMEKASAN, MaduraPost – Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyebut kemacetan dan kondisi semrawut di Pasar Waru sebagai indikator aktivitas ekonomi masyarakat yang sedang tumbuh dan bergerak.
Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan Safari Ramadhan di Kantor Kecamatan Waru, Senin (2/3).
Dalam suasana santai, Bupati yang akrab disapa Kiai Kholil bahkan melontarkan guyonan kepada Camat Waru, Dwi Norkholis Ikhwan.
“Jangan sampai Pasar Waru tidak macet,” ujarnya sambil tersenyum, yang disambut tawa hadirin.
Menurut Kiai Kholil, padatnya aktivitas di pasar menunjukkan adanya perputaran uang, transaksi jual beli, serta mobilitas masyarakat yang tinggi.
Ia menilai, selama kemacetan tersebut masih dalam batas wajar dan dapat diatur, kondisi itu menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi lokal.
“Kalau pasar sepi dan tidak ada aktivitas, justru itu yang perlu kita khawatirkan. Artinya roda ekonomi bisa saja sedang lesu,” katanya.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan pentingnya penataan dan pengelolaan lalu lintas agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Pemerintah kecamatan dan instansi terkait diminta terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran arus kendaraan tanpa menghambat aktivitas ekonomi pedagang.
Safari Ramadhan di Kecamatan Waru tersebut menjadi momentum dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus ajang penyampaian berbagai isu pembangunan di wilayah Pantura Pamekasan.
Bupati berharap Waru sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di wilayah utara terus berkembang dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.***






