Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Kades Terosan Sampang Bungkam, Proyek Rabat Beton Dana Desa 2025 Diduga Tak Sesuai Spek dan Retak dalam 6 Bulan

Avatar
×

Kades Terosan Sampang Bungkam, Proyek Rabat Beton Dana Desa 2025 Diduga Tak Sesuai Spek dan Retak dalam 6 Bulan

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan rabat beton yang sudah retak di desa terosan kecamatan banyuates (istimewa/madurapost).

SAMPANG, MaduraPost Kepala Desa Terosan, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, BG. Slamet Riyadi, hingga kini belum memberikan klarifikasi terkait kondisi proyek rabat beton Dana Desa Tahun Anggaran 2025 yang dilaporkan mengalami keretakan meski baru selesai kurang dari enam bulan.

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan MaduraPost melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan. Pesan yang dikirim telah berstatus terkirim dan diterima, namun tidak ada jawaban resmi hingga berita ini diturunkan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Di sisi lain, proyek rabat beton yang dibiayai Dana Desa tersebut menuai sorotan warga. Berdasarkan papan informasi kegiatan, pembangunan rabat beton itu memiliki volume panjang 150 meter, lebar 3,5 meter, dan tebal 17 sentimeter dengan anggaran sebesar Rp196.050.000. Pekerjaan dilaksanakan selama tiga bulan oleh TPK Desa Terosan.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Pamekasan Over Kapasitas, Narapidana Kelas Kakap Dipindah ke Nusakambangan

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah titik rabat beton mengalami retak memanjang dan melebar. Beberapa bagian bahkan tampak mulai terkelupas.

Sejumlah warga menduga kerusakan tersebut berkaitan dengan dugaan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spek). Mereka menilai kondisi jalan yang cepat retak mengindikasikan adanya persoalan dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek.

“Belum sampai enam bulan selesai, tapi retaknya sudah melebar. Kalau dikerjakan sesuai spek, seharusnya tidak seperti ini,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (23/2/2026).

Baca Juga :  Dana Ganti Rugi Nelayan Rp21 Miliar Raib, Manajer Petronas Diperiksa Polisi

Menurutnya, proyek yang bersumber dari Dana Desa semestinya dikerjakan dengan standar mutu yang baik agar memiliki daya tahan sesuai perencanaan.

“Dana desa itu uang rakyat. Harusnya kualitasnya dijaga, jangan sampai cepat rusak seperti ini,” tambahnya.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan potensi ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis yang ditetapkan. Warga berharap ada evaluasi serta pemeriksaan dari pihak terkait guna memastikan proyek tersebut telah dikerjakan sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Pegang Sebatang Rokok Saat Isi Bensin, Pria ini Terbakar

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kepala Desa Terosan terkait dugaan tersebut. Masyarakat pun menunggu penjelasan serta langkah konkret dari pemerintah desa dan instansi berwenang demi menjamin akuntabilitas penggunaan Dana Desa.