SAMPANG, MaduraPost — Salah seorang warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, mengeluhkan kualitas sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi oleh Dapur Babur Rizky di Desa Tlagah Kecamatan Banyuates. Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai sorotan publik.
Keluhan warga mencakup kondisi makanan yang dinilai tidak layak konsumsi. Dalam unggahan yang beredar, warga menyebut roti hanya diberikan satu buah, sementara lauk pendamping seperti semangka disebut dalam kondisi tidak segar bahkan diduga sudah membusuk. Selain itu, menu lauk yang seharusnya berbahan daging disebut diganti dengan olahan berbahan tempe.
“Rotinya cuma satu, semangkanya sudah tidak layak dimakan, dan lauk daging diganti tempe,” tulis salah satu warga dalam unggahan media sosial yang kini viral.
Unggahan tersebut turut disertai foto paket MBG yang diterima, sehingga memicu beragam reaksi dari warganet dan masyarakat setempat. Banyak pihak menilai kualitas menu tersebut tidak sejalan dengan tujuan program MBG yang dirancang untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, wartawan berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI) Dapur Babur Rizky guna memperoleh klarifikasi terkait kualitas bahan makanan, standar pengolahan, serta mekanisme pengawasan menu MBG di Desa Tlagah.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Ketua SPPI Dapur Babur Rizky Syafri belum memberikan respons atau keterangan resmi, meski upaya konfirmasi telah dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi.
Sementara itu, warga berharap pihak terkait, baik pengelola dapur MBG maupun instansi pemerintah yang membidangi program tersebut, segera melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat agar kualitas makanan yang disalurkan benar-benar memenuhi standar gizi dan kelayakan konsumsi.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Karena itu, masyarakat meminta agar pelaksana di tingkat lokal menjalankan program tersebut secara bertanggung jawab dan transparan.






