Scroll untuk baca artikel
Sosial

Menyaksikan Langsung Dampak Bencana, Ketua Baznas Pamekasan Dorong Relokasi Rumah Warga 

Avatar
101
×

Menyaksikan Langsung Dampak Bencana, Ketua Baznas Pamekasan Dorong Relokasi Rumah Warga 

Sebarkan artikel ini
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pamekasan Kiai Mudarris Abdul Wahab datang bukan sekadar melihat, melainkan memastikan langsung dampak bencana tanah longsor atau tanah bergerak yang menimpa warga. (Dok/MP)

PAMEKASAN, MaduraPost – Langkah Kiai Mudarris Abdul Wahab pelan menyusuri pemukiman warga Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Minggu (18/1/2026) siang.

Di hadapannya, deretan rumah warga berdiri dalam kondisi tak lagi tegak—dinding retak, lantai membelah, dan sebagian bangunan tampak miring seolah sewaktu-waktu bisa roboh.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pamekasan itu datang bukan sekadar melihat, melainkan memastikan langsung dampak bencana tanah longsor atau tanah bergerak yang menimpa warga.

Tokoh asal wilayah Pantura Madura ini didampingi wartawan MaduraPost, menyusuri satu per satu rumah yang terdampak, menyimak cerita pilu warga yang kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan.

Baca Juga :  Dapat Uang Tunai Puluhan Juta, 14 Rumah di Pamekasan Kecipratan Program RTLH Baznas RI

Di salah satu rumah, retakan memanjang di dinding menjadi saksi betapa rapuhnya kondisi bangunan. Di rumah lain, lantai amblas dan sudut bangunan terlihat menurun. Beberapa rumah bahkan sudah tak layak huni.

Melihat kondisi tersebut, Kiai Mudarris tak tinggal diam. Ia langsung menghubungi jajaran Baznas di tingkat provinsi hingga pusat.

Upaya itu dilakukan agar bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas bantuan darurat, melainkan bisa menyentuh kebutuhan mendasar warga terdampak.

“Kalau hanya mengandalkan Baznas daerah, tentu sangat terbatas. Karena itu perlu dukungan Baznas provinsi dan pusat agar bantuan yang turun bisa jauh lebih besar,” ujar Kiai Mudarris kepada MaduraPost.

Baca Juga :  Karang Taruna Luruskan Informasi Penggalangan Dana Perbaikan Jalan di Pamekasan

Menurutnya, bencana ini tak bisa diselesaikan dengan solusi jangka pendek. Ia menegaskan kesiapan Baznas untuk ikut membantu pembangunan fisik rumah warga, dengan satu catatan penting: warga harus sepakat untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman.

“Kalau tetap dibangun di sini, rasanya percuma. Kondisi tanahnya tidak stabil, bisa rusak lagi. Relokasi menjadi solusi terbaik agar warga benar-benar aman,” tegasnya.

Sebelumnya, bencana tanah longsor di Dusun Paseset Timur berdampak pada 10 rumah milik 13 kepala keluarga. Kerusakan yang terjadi cukup parah, mulai dari dinding rumah retak, bagian ampera atau pondasi amblas, hingga bangunan yang mendadak miring.

Baca Juga :  PC AMK Sampang Santuni Anak Yatim dan Berikan Bantuan Sembako ke Kaum Dhuafa

Asmui, salah satu warga terdampak, mengatakan bencana serupa sebenarnya pernah terjadi pada 2023. Namun, kondisi kali ini jauh lebih mengkhawatirkan.

“Dulu memang pernah retak dan tanah bergeser, tapi tidak separah sekarang. Kali ini rumah-rumah di sini sudah kelihatan tidak bisa ditempati lagi,” ungkapnya lirih.

Kini, harapan warga bertumpu pada langkah cepat dan kepedulian berbagai pihak. Di tengah bangunan miring dan tanah yang terus bergerak, kunjungan Ketua Baznas Pamekasan menjadi secercah harapan bahwa mereka tidak dibiarkan menghadapi bencana ini sendirian.***